Kemendikdasmen perkuat pendidikan profesi guru bersama 164 LPTK
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat penyelenggaraan pendidikan profesi guru dengan melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama 164 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam arahannya mengajak seluruh penyelenggara PPG untuk menjadikan program ini sebagai sarana untuk mencetak guru yang tidak hanya berfungsi sebagai agen pembelajaran (agent of learning), tetapi juga sebagai agen peradaban (agent of civilization).
“Guru yang bisa digugu dan ditiru, guru yang semua perkataannya adalah hikmah, yang semua perilakunya adalah teladan yang menginspirasi, itu yang bisa saya sebut teaching is inspiring, mengajar itu menginspirasi,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta pada Minggu.
Mu'ti menegaskan prinsip utama dalam mengajar adalah menginspirasi yang dilandasi oleh keikhlasan mendidik, pembentukan karakter, dan keteladanan.
Ia juga menekankan pelaksanaan PPG harus membawa transformasi yang berdampak nyata, tidak hanya sekadar formalitas lulus dan memperoleh sertifikasi.
Karena itu, Mu'ti pun meminta agar para lulusan PPG adalah guru yang profesional di bidangnya.
“Mari kita jadikan program ini bukan sekadar formalitas, namun kita jadikan ini sebagai proses yang menjadikan seluruh guru Indonesia semakin profesional,” ujar Mu'ti.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani menyampaikan penandatanganan PKS tersebut merupakan komitmen bersama antara Ditjen GTK dengan LPTK penyelenggara dalam melaksanakan penuntasan PPG bagi guru tertentu, maupun penyiapan calon guru.
Sekaligus, lanjutnya, sebagai wujud sinergi dan partisipasi semesta antara pemerintah, LPTK, dan pemangku kepentingan demi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua bagi seluruh anak Indonesia.
"Kami meyakini bahwa penandatanganan PKS hari ini adalah wujud nyata dari partisipasi semesta. Sinergi antara pemerintah, LPTK dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan yang bergerak bersama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia tanpa terkecuali,” kata Dirjen Nunuk Suryani.
Terkait dengan tantangan yang dihadapi saat ini, ia menyoroti belum meratanya penyelenggaraan PPG karena masih terdapat provinsi yang belum memiliki LPTK penyelenggara.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong 164 LPTK mitra berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan guru berdasarkan jumlah, kompetensi, dan distribusi yang dibutuhkan daerah.
“Ke depan kita ingin agar penyelenggaraan PPG semakin berbasis pada kebutuhan nasional dan kebutuhan daerah. LPTK yang memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik akan kita dorong untuk mengambil peran lebih besar sesuai bidang studi yang dibutuhkan,” kata Nunuk.
Baca juga: Mendikdasmen tindak lanjuti arahan Presiden soal pendidikan gratis
Baca juga: Mendikdasmen paparkan roadmap CPNS guru penuhi kekurangan 464 ribu
Baca juga: Mendikdasmen sebut pentingnya hidupkan kembali 729 bahasa daerah
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.