Kemendikdasmen: IFP dukung pembelajaran murid ABK

Kemendikdasmen: IFP dukung pembelajaran murid ABK

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan penyaluran dan pemanfaatan interactive flat panel (IFP) memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran murid ...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan penyaluran dan pemanfaatan interactive flat panel (IFP) memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran murid dengan status anak berkebutuhan khusus (ABK).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin, menegaskan setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, termasuk anak berkebutuhan khusus, anak di wilayah 3T, daerah bencana, maupun daerah konflik.

"Pemerintah berkomitmen memberikan layanan pendidikan untuk semua. Salah satu pendekatannya adalah terus mengembangkan pendidikan inklusif agar anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama teman-temannya, tumbuh rasa percaya diri, dan mengembangkan bakat serta potensinya," ujar Mu'ti.

Selain memperluas pendidikan inklusif, pihaknya juga terus memperkuat layanan di Sekolah Luar Biasa (SLB).

β€œLayanan pendidikan di SLB akan terus kami tingkatkan, termasuk penambahan satuan pendidikan, agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Digitalisasi pendidikan yang berpadu dengan penguatan layanan pendidikan khusus menjadi sarana untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara, bermakna, dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal.

Baca juga: Kemendikdasmen tingkatkan mutu pembelajaran di SLB lewat panel digital

Hal itu dilakukan oleh guru kelas tuli di SLBN Purwosari Kudus, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, Riska Widyanasari yang mengatakan pemanfaatan IFP mengubah suasana belajar di kelas.

Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, ia menggunakan video berbasis Kecerdasan Artifisial untuk membantu murid memahami sekaligus mempraktikkan tata cara memberikan hormat kepada Bendera Merah Putih.

Media digital, kata dia, juga dimanfaatkan untuk melatih kemampuan menyimak dan memahami bacaan melalui buku digital.

"IFP sangat membantu proses pembelajaran, terutama di SLB karena pembelajaran menjadi lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan sesuai dengan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam. Guru dapat menyajikan gambar, video, dan berbagai aktivitas interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan murid," ujar Riska.

Di balik keberhasilan tersebut, ia mengatakan masih tetap menemui sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah berkaitan dengan kemampuan murid yang berbeda-beda dalam menggunakan teknologi sehingga sebagian masih membutuhkan pendampingan lebih intensif.

β€œSaya memberikan pendampingan secara bertahap, memanfaatkan tutor teman sebaya, serta memilih media yang sederhana dan mudah dioperasikan agar semua murid dapat mengikuti pembelajaran dengan baik,” kata Riska.

Baca juga: Kemendikdasmen: IFP bantu ABK rasakan pengalaman "deep learning"

Praktik baik di SLBN Purwosari Kudus tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan yang bermutu melalui transformasi digital.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.