KDMP Tamanmartani gandeng BPJS Kesehatan perluas layanan klinik desa

KDMP Tamanmartani gandeng BPJS Kesehatan perluas layanan klinik desa

Kliniknya sudah jalan mulai bulan ini. Sekarang masih dalam pengurusan BPJSJakarta (ANTARA) - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjalin kerja sa...
Kliniknya sudah jalan mulai bulan ini. Sekarang masih dalam pengurusan BPJS

Jakarta (ANTARA) - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar klinik yang dikelola koperasi dapat melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pengelola Gerai KDMP Tamanmartani Prima Shintalia mengatakan saat ini klinik tersebut telah beroperasi, namun masih menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan, termasuk penetapan kapitasi.

"Kliniknya sudah jalan mulai bulan ini. Sekarang masih dalam pengurusan BPJS. Kalau kapitasi BPJS sudah masuk ke klinik, warga sekitar bisa berobat lebih dekat, daripada harus ke puskesmas karena puskesmasnya jauh," kata Prima saat ditemui ANTARA di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Jumat.

Menurut Prima, proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Ia berharap proses tersebut dapat dipercepat agar operasional klinik tidak membebani keuangan koperasi.

"Karena selama menunggu kami tetap harus membayar dokter dan biaya operasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan keberadaan klinik koperasi diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat mengingat wilayah Tamanmartani memiliki cakupan yang cukup luas dengan 22 dusun.

Prima menyebut saat ini klinik KDMP Tamanmartani telah dilengkapi dokter umum, dokter gigi, bidan, tenaga perawat, serta apotek. Sebagian tenaga pendukung juga berasal dari masyarakat setempat.

Klinik tersebut merupakan salah satu unit usaha yang dikembangkan KDMP Tamanmartani selain gerai sembako, usaha pertanian, dan budi daya ikan. Koperasi yang mulai beroperasi sejak Juli 2025 itu juga telah memiliki 1.121 anggota.

Prima berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat segera terealisasi sehingga layanan kesehatan di klinik koperasi semakin optimal dan dapat menjangkau lebih banyak warga.

"Kalau harus ke puskesmas cukup jauh. Dengan adanya klinik koperasi, masyarakat jadi lebih mudah berobat," katanya.

Upaya KDMP Tamanmartani tersebut sejalan dengan langkah Kementerian Koperasi yang memperkuat kolaborasi dengan BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan kesehatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito pada 7 April 2026.

Melalui kerja sama itu, pemerintah mendorong koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi, tetapi juga menjadi penyedia layanan kesehatan melalui klinik dan apotek.

Baca juga: KDMP Tamanmartani di Sleman pasok barang ke warung kelontong

Baca juga: KDMP di DIY tunggu persetujuan pemerintah untuk jalankan simpan pinjam

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.