Kasus ISPA di Kotim meningkat dampak kabut asap karhutla

Kasus ISPA di Kotim meningkat dampak kabut asap karhutla

Kasus ISPA di Kotim meningkat dampak kabut asap karhutla

Rabu, 9 September 2026 09:06 WIB

Image Print

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi menyampaikan terkait perkembangan kasus ISPA ditengah kabut asap akibat karhutla, Selasa (8/9/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalami peningkatan pada Agustus 2026 menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ada peningkatan, cuma tidak signifikan. Jadi karena kabut asap, terus ada iritasi sedikit, dengan kondisi tubuh kita kurang bagus, jadi virus bisa masuk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi di Sampit, Selasa.

Berdasarkan pencatatan Dinkes Kotim dari laporan sejumlah fasilitas kesehatan, terdapat 2.656 kasus ISPA sepanjang Agustus 2026. Sejauh ini, jumlah tersebut menjadi angka kasus bulanan tertinggi selama 2026.

Secara kumulatif, kasus ISPA yang tercatat di fasilitas kesehatan sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.855 kasus. Rinciannya, Januari sebanyak 2.749 kasus, Februari 2.031 kasus, Maret 1.495 kasus, April 2.132 kasus, Mei 1.751 kasus, Juni 1.922 kasus dan Juli 2.119 kasus.

Memasuki Agustus, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 2.656 kasus. Kenaikan tersebut berlangsung ketika karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim dan kabut asap turut memengaruhi kualitas udara.

Berdasarkan aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara di Kotim dalam beberapa hari terakhir bahkan berada pada kategori berbahaya.

Umar menjelaskan, paparan kabut asap memang tidak serta-merta menyebabkan seseorang mengalami ISPA. Namun, partikel dan polutan yang terkandung dalam asap dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga tubuh yang sedang tidak dalam kondisi prima menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Kendati begitu, peningkatan yang tercatat di fasilitas kesehatan juga belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di masyarakat. Hal ini karena sebagian warga yang mengalami keluhan pernapasan memilih melakukan pengobatan secara mandiri.

“Jadi yang sakit itu kemungkinan besar minum obat sendiri, beli obat sendiri, tidak berobat ke faskes kita. Bisa jadi dengan membeli obat di apotek atau toko-toko obat, sehingga sembuh sendiri,” jelasnya.

Baca juga: Wabup Kotim apresiasi dukungan swasta dalam penanganan karhutla

Ia melanjutkan, jumlah kasus yang tercatat oleh Dinkes hanya mencerminkan warga yang mendapatkan pelayanan atau pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Sementara warga yang memilih membeli obat secara mandiri tidak masuk dalam pencatatan tersebut.

Di tengah kondisi itu, masyarakat diimbau meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan partikel debu dan asap yang terhirup.

“Kalau memang ingin beraktivitas ke luar rumah, gunakan masker supaya partikel-partikel debu tidak masuk ke tubuh,” imbaunya.

Dinkes Kotim juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang mengalami keluhan pernapasan dan kondisi yang memburuk diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi salah satu dampak kesehatan yang perlu diwaspadai di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap berpotensi meningkatkan paparan terhadap kelompok yang lebih rentan apabila kondisi udara buruk terjadi dalam waktu berkepanjangan.

“Dalan situasi seperti ini masyarakat juga harus lebih peka terhadap kondisi kesehatan sendiri, apabila mulai merasakan gangguan pernafasan dan kondisi yang memburuk sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” demikian Umar.

Baca juga: BKSDA Sampit minta warga laporkan temuan satwa dilindungi hidup maupun mati

Baca juga: Wabup Kotim ajak ASN teladani sifat Rasulullah dalam pelayanan masyarakat

Baca juga: Dua penerbangan ke Sampit kembali dibatalkan

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.