Karantina Babel kawal ekspor 15.628 ton udang vaname - ANTARA News Bangka Belitung

Karantina Babel kawal ekspor 15.628 ton udang vaname - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengawal ekspor 15.628 ton udang vaname, guna memastikan komod...

Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengawal ekspor 15.628 ton udang vaname, guna memastikan komoditas tersebut bebas hama dan penyakit.

"Kita memastikan udang vaname ini memenuhi standar mutu dan sesuai dengan persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan data Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama Januari hingga Juni 2026, jumlah ekspor udang vaname mencapai 15.628 ton ke Malaysia dan Australia senilai Rp1.625.148.180.916, sehingga dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

"Ekspor udang vaname ini terus meningkat, karena permintaan pasar internasional khususnya Malaysia dan Australia yang meningkat," ujarnya.

Ia mengatakan peran karantina tidak hanya sebatas penerbitan sertifikat kesehatan, tetapi juga menjadi garda terdepan pelindungan optimal melalui jaminan kesehatan, kualitas dan keamanan komoditas yang dilalulintaskan dari hulu ke hilir.

"Kita tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai fasilitator dan koordinator dalam mencari peluang-peluang ekspor komoditas perikanan di daerah ini," katanya.

Ia menyatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan yang didominasi laut, sehingga ini dapat memberikan dampak positif terhadap ekspor komoditas ikan tangkap, budidaya udang vaname dan lainnya.

"Kita terus mendorong dan memfasilitasi pelaku usaha untuk melakukan ekspor berbagai komoditas unggulan di daerah ini, guna mendorong perekonomian masyarakat di daerah ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.