Kabupaten Cirebon: Pelatihan HIMKI dukung kemajuan industri rotan - ANTARA News Jawa Barat

Kabupaten Cirebon: Pelatihan HIMKI dukung kemajuan industri rotan - ANTARA News Jawa Barat

Kabupaten Cirebon (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebut program pelatihan Furniture Bootcamp Batch 2 yang diselenggarakan Himpunan Industri Mebel d...

Kabupaten Cirebon (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebut program pelatihan Furniture Bootcamp Batch 2 yang diselenggarakan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendukung upaya peningkatan daya saing dan kemajuan industri rotan serta furnitur di daerah tersebut.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon Suhartono di Cirebon, Senin, mengatakan pelatihan pada 13-16 Juli 2026 tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah yang berfokus pada peningkatan keterampilan pelaku usaha sekaligus penguatan pemasaran produk furnitur.

"Ini sejalan dengan apa yang sudah kami lakukan, khususnya bagaimana meningkatkan skill para perajin dan memfasilitasi aspek pemasarannya," katanya.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk rotan Kabupaten Cirebon di pasar ekspor.

Ia menyebutkan nilai ekspor mebel dan furnitur Kabupaten Cirebon terus menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir, yakni dari 354,59 juta dolar AS pada 2023 menjadi 423,89 juta dolar AS pada 2024, kemudian meningkat lagi menjadi 432,05 juta dolar AS pada 2025.

“Untuk komoditas rotan dan furnitur, nilai ekspor tercatat sebesar 102,79 juta dolar AS pada 2023, naik menjadi 156,97 juta dolar AS pada 2024, lalu berada di angka 126,84 juta dolar AS pada 2025,” ujarnya.

Meski demikian, Suhartono mengatakan industri rotan masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya impor produk rotan, yang sebagian besar berasal dari China.

Selain itu, ia menyampaikan kondisi geopolitik global juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas ekspor produk rotan dari Kabupaten Cirebon.

"Maka kolaborasi ini menjadi hal penting agar industri rotan di Cirebon semakin bagus lagi," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang UKM dan Kewirausahaan DPP HIMKI Bambang Wijaya mengatakan Furniture Bootcamp Batch 2 diikuti sekitar 40 perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menjelaskan Cirebon dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu sentra industri rotan nasional, sehingga materi pelatihan difokuskan pada pengembangan produk berbahan rotan dan bambu.

"Salah satu faktor penting yang kami tekankan di bootcamp kedua ini adalah pentingnya design development. Inovasi desain itu penting," kata Bambang.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.