Jangan Sepelekan Cuaca Panas, 7 Komponen Mobil Ini Bisa Bermasalah

Jangan Sepelekan Cuaca Panas, 7 Komponen Mobil Ini Bisa Bermasalah

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas terik belakangan ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Suhu udara yang tinggi tidak hanya membuat pengemudi dan penumpang merasa gerah, tetapi juga dapat memberikan tekanan lebih pada sejumlah komponen mobil.

Paparan panas, terutama ketika kendaraan terjebak kemacetan, membuat beberapa komponen kendaraan bekerja lebih keras. Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menurunkan performa mobil dan meningkatkan risiko kerusakan.

Dikutip dari laman Daihatsu, Kamis (17/9/2026), pemilik kendaraan perlu memberikan perhatian lebih terhadap sejumlah komponen yang rentan terdampak ketika suhu lingkungan meningkat.

Berikut sejumlah komponen mobil yang perlu diperiksa ketika kendaraan sering digunakan dalam kondisi cuaca panas.

1. Radiator dan Cairan Coolant

Sistem pendingin memiliki peran penting untuk menjaga temperatur mesin tetap berada pada kondisi ideal. Ketika cuaca panas, radiator harus bekerja lebih keras untuk membuang panas dari mesin.

Kondisi cairan coolant yang kurang atau penggunaan air biasa yang tidak sesuai rekomendasi dapat mengurangi efektivitas sistem pendinginan. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko mesin mengalami overheat.

Karena itu, pastikan volume dan kondisi coolant selalu sesuai rekomendasi pabrikan. Pemeriksaan juga perlu dilakukan terhadap radiator dan komponen pendukung sistem pendingin.

2. Oli Mesin

Oli mesin berfungsi melumasi komponen-komponen yang bergerak sekaligus membantu mengendalikan temperatur di dalam mesin.

Suhu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas oli, terutama jika kendaraan digunakan dalam kondisi berat seperti kemacetan panjang. Ketika kemampuan pelumasan menurun, gesekan antar-komponen mesin dapat meningkat.

Pemilik mobil sebaiknya memastikan penggantian oli dilakukan sesuai jadwal dan menggunakan spesifikasi oli yang direkomendasikan oleh pabrikan.

3. Ban Mobil

Ban menjadi salah satu komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Ketika aspal memiliki temperatur tinggi, tekanan udara di dalam ban juga dapat meningkat.

Tekanan ban yang tidak sesuai, ditambah penggunaan kendaraan dalam kondisi panas, dapat menyebabkan keausan ban tidak merata dan memengaruhi kenyamanan maupun pengendalian kendaraan.

Pengecekan tekanan ban sebaiknya dilakukan ketika ban dalam kondisi dingin. Jangan hanya mengandalkan pemeriksaan secara visual karena ban yang terlihat normal belum tentu memiliki tekanan udara yang sesuai.