Jangan Sepelekan Ban Belakang Motor Goyang, Risikonya Serius

Jangan Sepelekan Ban Belakang Motor Goyang, Risikonya Serius

Liputan6.com, Jakarta - Ban menjadi salah satu komponen paling vital pada sepeda motor karena berperan menjaga kestabilan, kenyamanan, sekaligus keselamatan saat berkendara. Ketika kondisi ban bermasalah, penge...

Liputan6.com, Jakarta - Ban menjadi salah satu komponen paling vital pada sepeda motor karena berperan menjaga kestabilan, kenyamanan, sekaligus keselamatan saat berkendara. Ketika kondisi ban bermasalah, pengendara motor matik biasanya langsung merasakan perubahan pada handling, salah satunya ban belakang yang terasa goyang atau oleng saat melaju.

Kondisi ban belakang motor matik yang oleng tidak boleh diabaikan. Selain mengurangi kenyamanan, masalah ini juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melintas di tikungan, jalan bergelombang, atau ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Apabila mulai merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya bisa diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Mengutip laman resmi Suzuki, Sabtu (11/7/2026), terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ban belakang motor matik terasa goyang. Berikut penjelasannya:

1. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Tekanan angin yang terlalu rendah membuat permukaan ban cepat aus secara tidak merata sehingga mengurangi kestabilan motor. Bahkan, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada velg.

Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat ban menjadi lebih keras, mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan, serta mempercepat keausan ban.

Karena itu, pastikan tekanan angin selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar performa ban tetap optimal.

2. Kondisi Ban Sudah Aus atau Pemasangan Kurang Presisi

Ban yang sudah menipis, retak, atau berumur tua tidak lagi mampu mencengkeram permukaan jalan dengan baik sehingga motor menjadi kurang stabil.

Menariknya, ban baru pun bisa menyebabkan motor terasa oleng apabila proses pemasangannya tidak presisi atau posisi ban tidak sempurna pada velg.

3. Engine Mounting Mengalami Kerusakan

Engine mounting berfungsi sebagai dudukan mesin sekaligus peredam getaran. Seiring usia pemakaian, komponen karet pada engine mounting dapat mengalami keausan atau getas.

Jika kondisinya sudah longgar, posisi mesin bisa bergeser dan memengaruhi keseimbangan motor, terutama saat digunakan dalam kecepatan tinggi.