ISPA di Kapuas capai 2.465 kasus, tertinggi di Kecamatan Selat

ISPA di Kapuas capai 2.465 kasus, tertinggi di Kecamatan Selat

ISPA di Kapuas capai 2.465 kasus, tertinggi di Kecamatan Selat

Jumat, 25 September 2026 12:43 WIB

Image Print

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan, memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas, bertempat di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla Kantor BPBD Kapuas, Jumat (25/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Kapuas

Kuala Kapuas (ANTARA) - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, masih menunjukkan angka yang cukup tinggi seiring kondisi cuaca kering dan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Berdasarkan laporan kasus dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Kapuas, hingga 24 September 2026 tercatat sebanyak 92 kasus ISPA baru dalam satu hari. Laporan tersebut berasal dari seluruh 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan di Kuala Kapuas, Jumat.

Hal itu disampaikannya, setelah menggelar rapat evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas, bertempat di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla Kantor BPBD Kapuas.

Selama periode 20–24 September 2026 atau dalam minggu berjalan, tercatat sebanyak 362 kasus ISPA. Dengan demikian, rata-rata terdapat sekitar 72 kasus ISPA per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata pada minggu sebelumnya yang tercatat sekitar 61 kasus per hari.

“Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA yang tercatat sejak 16 Agustus hingga 24 September 2026 telah mencapai 2.465 kasus,” katanya.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Selat menjadi kecamatan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni sebanyak 624 kasus. Selanjutnya Kecamatan Mantangai dengan 354 kasus dan Kecamatan Kapuas Hilir sebanyak 221 kasus.

Sedangkan jumlah kasus terendah tercatat di Kecamatan Pasak Talawang sebanyak 15 kasus, Kecamatan Timpah 12 kasus, dan Kecamatan Mandau Talawang sebanyak 11 kasus.

Namun, rendahnya jumlah laporan kasus dari sejumlah kecamatan belum tentu menunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan. Kecamatan Mandau Talawang, misalnya, merupakan wilayah yang relatif terpencil dengan akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih jauh. Kondisi tersebut memungkinkan masih terdapat kasus ISPA yang belum terlaporkan atau belum mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau dan kejadian karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kualitas udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, atau sesak napas.

Baca juga: Karhutla di Kapuas hanguskan 2.729 hektare lahan

Baca juga: Legislator Kapuas minta prioritaskan pemerataan pembangunan

Baca juga: Bupati tegaskan komitmen dan keseriusan Pemkab Kapuas tangani karhutla

Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.