IRGC Iran Tembak Kapal Kedua yang Lewat Selat Hormuz
Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim mereka menembak kembali sebuah kapal di Selat Hormuz pada Minggu (12/7).
Kapal tersebut jadi kapal kedua yang ditembak oleh Iran setelah kapal kontainer berbendera Siprus yang membuahkan penutupan Selat Hormuz, dan babak baru perang Iran melawan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal kedua yang dituduh melanggar peraturan di Selat Hormuz telah dihantam," kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB, Minggu (12/7).
Seperti diberitakan AFP, mereka juga menambahkan bahwa mereka juga telah menyerang pangkalan AS di Qatar.
Serangan ini terjadi beberapa puluh menit setelah Iran menyerang sejumlah lokasi militer di berbagai negara Teluk, seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, serta Yordania, yang dianggap membantu atau memiliki fasilitas militer AS.
IRGC menyebut mereka memastikan akan membalas apa yang mereka klaim sebagai pangkalan yang menjadi tempat serangan terhadap wilayah Iran dilancarkan.
Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di wilayah Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan kepada Amerika.
Iran juga memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, tetapi mereka menyerang sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.
Mereka mengatakan bahwa setiap pelanggaran atau setiap kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran dan mencoba secara independen untuk melewati Selat Hormuz, berarti mereka telah melanggar nota kesepahaman.
Selan itu, Iran menilai hal tersebut juga berarti mereka bertindak melawan kepentingan Republik Islam Iran, dan Iran harus membalas dan mencegah situasi tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya dalam sebuah pernyataan menyebut serangan pertama mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran.
Serangan yang disebut atas arahan Presiden Donald Trump itu diluncurkan "setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam secara terang-terangan menyerang" sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
"Amerika Serikat memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," kata CENTCOM.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth hanya mengatakan bahwa "Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya."
Beberapa jam kemudian, CENTCOM mengatakan telah menyerang sekitar 140 target militer, "termasuk lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai".
(afp/end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]