Ekspedisi Cicatih Elpala, Perjalanan Alam yang Menumbuhkan Jiwa Tangguh dan Peduli Lingkungan
Minggu, 12 Juli 2026 - 11:50 WIB
Sukabumi, VIVA – Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala yang menempuh perjalanan dari hulu Sungai Cimelati sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, bukan cuma soal berhasil melewati medan alam. Lebih dari itu, ekspedisi ini jadi ajang belajar yang mempertemukan semangat persaudaraan, kepedulian lingkungan, patriotisme, dan proses membentuk karakter generasi muda pencinta alam.
Baca Juga
Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. Kegiatan ini memadukan petualangan alam, konservasi, regenerasi organisasi pencinta alam, dan pembuatan film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi kawasan hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih menuju Pelabuhan Ratu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perjalanan panjang ini tentu bukan cuma butuh fisik dan kemampuan teknis, tapi juga dukungan dari banyak pihak yang peduli pada pendidikan alam bebas, konservasi lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
Baca Juga
Para pendiri Elpala, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung sehingga Ekspedisi Cicatih Elpala bisa berjalan lancar dan mencapai tujuan.
Menurut keduanya, keberhasilan sebuah ekspedisi bukan cuma dilihat dari sampai atau tidaknya ke titik akhir, tapi juga dari proses panjang yang membentuk mental, keterampilan, tanggung jawab, dan nilai-nilai hidup para peserta.
Baca Juga
"Yang paling berharga dari sebuah ekspedisi bukan hanya tujuan yang dicapai, tetapi proses yang dilalui. Di sepanjang perjalanan, para peserta belajar arti kebersamaan, saling membantu, bertanggung jawab, serta memahami bahwa alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan," ujar Dar Edi Yoga, Minggu 12 Juli 2026
Dukungan dalam ekspedisi ini datang dari organisasi pencinta alam Wanadri yang mengirimkan anggota terbaiknya dengan pengalaman panjang dalam kegiatan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dan kano.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memberi pendampingan teknis, Wanadri juga menyediakan dua unit perahu karet dan tiga kano untuk mendukung keselamatan serta kelancaran pengarungan Sungai Cicatih yang jadi salah satu bagian utama perjalanan.
Dukungan lain datang dari Boogie yang menyediakan tiga perahu karet, serta PMBC (Pickup Mini Bus Community) yang membantu mobilisasi peralatan, perahu, dan peserta selama rangkaian ekspedisi berlangsung.
Halaman Selanjutnya
Sedangkan Kementerian Kehutanan, memberikan dukungan lewat izin masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sementara, Korem Surya Kencana juga ikut memberi perhatian dan membantu kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan ekspedisi.