Ini Dugaan Pemicu Gempa Jepang yang Bikin AEON Mall Ambruk

Ini Dugaan Pemicu Gempa Jepang yang Bikin AEON Mall Ambruk

Liputan6.com, Tokyo - Gempa yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) diduga berkaitan dengan salah satu zona sesar yang sebelumnya memicu gempa dahsyat di wilayah tersebut pada 2016....

Liputan6.com, Tokyo - Gempa yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) diduga berkaitan dengan salah satu zona sesar yang sebelumnya memicu gempa dahsyat di wilayah tersebut pada 2016. Gempa di Prefektur Kumamoto ini menimbulkan kerusakan di beberapa lokasi, sala satunya pusat perbelanjaan AEON Mall yang disebut mengalami kerusakan paling parah.

Dikutip dari The Japan Times, Kamis (30/7) dua gempa besar pada 14 dan 16 April 2016 masing-masing dipicu oleh Zona Sesar Hinagu dan Zona Sesar Futagawa. Kedua gempa tersebut mencapai tingkat maksimum 7 dalam skala intensitas seismik Jepang atau shindo.

Para ahli menduga gempa terbaru berasal dari segmen tengah Zona Sesar Hinagu yang membentang lebih dari 80 kilometer dan terbagi menjadi tiga segmen.

“Pada gempa terakhir (pada 2016), segmen utara Zona Sesar Hinagu menyebabkan gempa pada 14 April. Kali ini tampaknya segmen tengah yang menjadi penyebabnya,” kata Shinichi Sakai, profesor seismologi dan mitigasi bencana di Center for Integrated Disaster Information Research, University of Tokyo.

“Kami sudah mengetahui bahwa sesar tersebut pernah menyebabkan gempa sebelumnya dan mungkin kembali memicu gempa di masa depan. Itu yang terjadi sekarang,” lanjutnya.

Lokasi episentrum gempa utama pada Selasa, beserta rangkaian gempa pendahuluan dan gempa susulan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, berada di area yang sesuai dengan lokasi segmen tengah Zona Sesar Hinagu, menurut para ahli.

Dua Segmen Hinagu Sudah Memicu Gempa

Dalam rangkaian gempa Kumamoto pada 2016, pergeseran horizontal Zona Sesar Hinagu memicu gempa pertama. Sementara gempa kedua terjadi akibat pergeseran Zona Sesar Futagawa, berdasarkan kesimpulan panel gempa pemerintah Jepang.

Dengan dua dari tiga segmen Zona Sesar Hinagu kini telah memicu gempa, perhatian para ahli beralih ke segmen selatan.

“Dengan segmen utara dan tengah yang telah menyebabkan gempa, ada kemungkinan energi seismik meningkat di bagian selatan Zona Sesar Hinagu,” kata Takuya Nishimura, profesor di Research Center for Earthquake Prediction, Kyoto University.

Nishimura menjelaskan bahwa energi seismik pada dua segmen yang telah memicu gempa sudah terdispersi sehingga risiko terjadinya gempa berikutnya di kedua segmen tersebut menurun.

“Namun, risiko untuk segmen selatan kini lebih tinggi,” ujarnya.

Nishimura mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut untuk memahami bahwa mereka berada di kawasan dengan aktivitas seismik tinggi dan harus bersiap menghadapi kemungkinan gempa besar.