Indonesia Timur Diguncang 2 Gempa Signifikan, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Indonesia Timur Diguncang 2 Gempa Signifikan, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Dua gempa bumi signifikan mengguncang wilayah Indonesia timur pada Jumat 24 Juli dini hari hingga pagi. Gempa pertama terjadi di Kabupaten Sarmi, Papua, disusul gempa tektonik di wilayah laut barat daya Ternate, Maluku Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Bagikan:

JAKARTA – Dua gempa bumi signifikan mengguncang wilayah Indonesia timur pada Jumat 24 Juli dini hari hingga pagi. Gempa pertama terjadi di Kabupaten Sarmi, Papua, disusul gempa tektonik di wilayah laut barat daya Ternate, Maluku Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa pertama mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, pada pukul 03.15 WIB dengan magnitudo 4,9 dan kedalaman 10 kilometer. Episentrum berada di darat sekitar 70 kilometer tenggara Sarmi.

BMKG menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Mamberamo dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault).

Guncangan terkuat mencapai intensitas V-VI MMI di wilayah Pantai Timur bagian barat Sarmi. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh warga, sebagian masyarakat berhamburan keluar rumah, dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Getaran juga dirasakan dengan intensitas IV MMI di Tor Atas dan Pantai Timur Sarmi, III MMI di Kota Sarmi, II-III MMI di Burmeso, serta II MMI di Kobakma dan Elelim.

BMKG mencatat hingga pukul 03.45 WIB telah terjadi enam gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M4,0. Pemantauan aktivitas seismik terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 05.58 WIB, gempa tektonik kembali mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara, dengan magnitudo 5,7 pada kedalaman 27 kilometer.

Episentrum gempa berada di laut sekitar 115 kilometer barat daya Ternate.

Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Guncangan dirasakan cukup kuat di Pulau Batang Dua dengan intensitas V MMI. Sementara itu, wilayah Kayoa, Kota Ternate, dan Tondano merasakan guncangan IV MMI, sedangkan Pulau Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bitung merasakan getaran III MMI.

BACA JUGA:


BMKG memastikan gempa di Maluku Utara juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 06.25 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+