Indonesia Masters 2026 Digelar Sesuai Jadwal meski Pontianak Berasap

Indonesia Masters 2026 Digelar Sesuai Jadwal meski Pontianak Berasap

Jakarta, CNN Indonesia --

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap berjalan sesuai jadwal di tengah kondisi Kota Pontianak yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Turnamen berstatus BWF World Tour Super 100 ini akan digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, 1-6 September. Ajang ini diikuti 356 atlet dari 17 negara. Indonesia mengirim kontingen terbanyak lewat 107 atlet bulutangkis.

Ketua Panitia Penyelenggara Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, menegaskan seluruh rangkaian pertandingan tetap berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Head to Head Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Garuda Muda Nirkalah
  • Alasan Indonesia Wajib Menang atas Laos di Kualifikasi Piala Asia U-20
  • PBSI Duetkan Joaquin/Fadia untuk Asian Games 2026

"Sejauh ini penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 masih berjalan sesuai dengan rencana dan seluruh pertandingan dapat terlaksana dengan baik."

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan memantau kondisi di Pontianak, khususnya terkait kualitas udara," ujar Yuni saat dihubungi CNN Indonesia.com, Rabu (2/9).

Yuni memastikan pihaknya menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama di tengah situasi darurat karhutla yang tengah melanda Pontianak.

"Kami tentunya tetap menempatkan kenyamanan dan keselamatan atlet, ofisial, penonton, serta seluruh pihak yang terlibat sebagai perhatian utama," kata Yuni.

"Sampai saat ini, kondisi di venue masih kondusif dan kegiatan berjalan seperti yang sudah dijadwalkan. Kami tentunya berharap situasi ini dapat segera membaik," sambungnya.

[Gambas:Video CNN]

Kabut asap yang melanda Pontianak sendiri sempat mencapai kategori berbahaya menjelang akhir Agustus. Kualitas udara di kota tersebut tercatat menembus Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 300, dipicu ribuan titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten tetangga.

Kondisi tersebut turut membuat jarak pandang di wilayah udara Kalimantan Barat menurun drastis, bahkan sempat memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Supadio Pontianak.

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 sendiri merupakan turnamen kenaikan level dari sebelumnya berstatus International Challenge, yang juga digelar di Pontianak pada 25-30 Agustus lalu.

Sejumlah pemain andalan Indonesia turut ambil bagian di turnamen tunggal putra, termasuk Anthony Sinisuka Ginting. Sayangnya, Ginting harus tersingkir di babak 32 besar usai kalah dari wakil Taiwan Cheng Ju-Sheng.

(afr/afr/jun)