Ijtima Ulama PKB Usulkan Said Aqil Siradj sebagai Calon Rais Aam PBNU
"Di forum nama Kiai Said menggema sebagai calon Rais Aam," kata Maman kepada wartawan, Jumat, 24 Juli 2026.
Selain Said Aqil, sejumlah nama juga disebut dalam forum tersebut sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Mereka antara lain Marzuki Mustamar, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, dan Imam Jazuli.
"Untuk ketua PBNU banyak nama: Marzuki Mustamar, Gus Yusuf, Gus Salam, Gus Rozien dan Imam Jazuli," ujarnya.
Baca Juga: Di Mana Muktamar NU Pertama Kali Digelar?
Ijtima Ulama PKB juga menyoroti kondisi kepemimpinan PBNU dan mendorong adanya pembenahan dalam Muktamar NU ke-35. Dalam rekomendasinya, forum tersebut menilai NU tengah menghadapi persoalan kepemimpinan yang serius, baik di jajaran Syuriyah maupun Tanfidziyah.
"Ijtima Ulama menilai, bahwa Nahdlatul Ulama dewasa ini menghadapi krisis kepemimpinan yang akut, baik pada jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, sehingga persoalan demi persoalan terus terjadi," bunyi rekomendasi Ijtima Ulama tersebut.
Forum tersebut juga menilai kepemimpinan PBNU periode 2021-2026 belum mengelola organisasi secara profesional dan dinilai tidak sepenuhnya menjalankan amanah muktamar serta semangat Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.
Atas kondisi tersebut, Ijtima Ulama mendorong Muktamar NU ke-35 menjadi momentum perubahan kepemimpinan dan pembenahan organisasi.
"Muktamar NU harus didorong menjadi momentum strategis bagi awal terjadinya perubahan revolusioner di dalam tubuh NU, baik menyangkut mindset dan paradigma ber-NU, serta reorientasi tujuan organisasi NU, serta perubahan kepemimpinan di PBNU," bunyi rekomendasi tersebut.
Namun, Said Aqil sebelumnya telah menyatakan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum maupun Rais Aam PBNU dalam Muktamar NU ke-35. Ia menyampaikan sikap tersebut pada Mei 2026 dengan alasan usia dan perlunya regenerasi kepemimpinan.
"Saya enggak akan maju, iya, sudah tua, sudah tua saya sudah tua. 73 umur saya. Jadi, 73 (tahun) tinggal gantian lah regenerasi yang lebih cerdas," ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Said Aqil juga pernah menyatakan tidak bersedia jika ditunjuk sebagai Rais Aam PBNU. Ia merasa belum pantas menduduki posisi tersebut.
Baca Juga: FMNN Ingatkan Bahaya Intervensi Kekuasaan dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU
"Ya, sama saja, artinya saya belum pantas jadi Rais Aam, orang itu harus kiai pakai udeng-udeng. Lah saya kan enggak pernah pakai udeng-udeng (penutup kepala)," katanya.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut akan menjadi momentum pemilihan kepengurusan baru sekaligus pembahasan arah organisasi NU untuk periode mendatang.