Gubernur Khofifah ungkap langkah penanganan kawasan kumuh terpadu di Jatim - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan penanganan kawasan permukiman kumuh terpadu dan terintegrasi di Jatim dalam forum koordinasi di Jakarta, Senin, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Dalam forum yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut, Khofifah menjelaskan dua inovasi Pemprov Jatim, yakni Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) serta Sistem Informasi Kawasan Kumuh (Sikawanku).
"Ini sekedar pengalaman kami, kami membangun Permata Jatim dengan tujuan mengintervensi permukiman yang terpadu dan terintegrasi di Jawa Timur," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya.
Ia menyampaikan luas kawasan kumuh di Jawa Timur berdasarkan penetapan 2024 mencapai 8.117,23 hektare yang tersebar pada 892 kawasan di 4.861 desa/kelurahan.
Hingga akhir 2025, kawasan kumuh berkurang 1.619,47 hektare sehingga tersisa 6.497,76 hektare yang masih perlu ditangani.
"Permasalahan ini menuntut intervensi yang terintegrasi, berbasis data, dan dikerjakan melalui sinergi lintas level pemerintahan," ujar Khofifah.
Pada 2025, Permata Jatim diterapkan di dua kawasan seluas 21,89 hektare, sedangkan pada 2026 program tersebut dilaksanakan di empat kawasan dengan total 44,36 hektare.
Khofifah mengatakan Permata Jatim tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi diawali diagnosis kawasan berdasarkan kebutuhan wilayah. Intervensinya mencakup bangunan gedung, jalan, drainase, air minum, air limbah, persampahan, dan proteksi kebakaran.
Sementara itu, Sikawanku dikembangkan berbasis Sistem Informasi Manajemen (Management Information System/MIS) dan Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) untuk mendukung pemutakhiran data dan penetapan prioritas penanganan.
"Sikawanku menjadi basis data bersama untuk pemutakhiran, analisis, dan pengambilan kebijakan, sehingga prioritas penanganan dapat ditetapkan secara lebih tepat, terukur, dan terintegrasi," kata Khofifah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan forum tersebut menjadi ruang berbagi praktik penanganan kawasan kumuh dari daerah.
"Melalui forum ini Menko Infra mengatakan bahwa semangat yang dibangun adalah bagaimana Indonesia ke depan semakin sejahtera, semakin baik kualitas kehidupan masyarakatnya. Maka manifestasi di antaranya adalah dengan menghadirkan penataan pembenahan atau revitalisasi kawasan kumuh," kata AHY.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.