Gubernur Khofifah: Jembatan perintis Garuda perlancar mobilitas warga Nganjuk - ANTARA News Jawa Timur
Kediri (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut keberadaan jembatan perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dapat mempermudah akses dan memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah perdesaan.
Gubernur mengungkapkan jembatan tersebut dinilai strategis karena menghubungkan 40 desa di Kecamatan Pace dan Loceret. Jembatan tersebut memiliki panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter, dengan kapasitas beban maksimal 3,5 ton serta kecepatan maksimal kendaraan yang melintas 10 kilometer per jam.
“Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” kata Gubernur Khofifah di Nganjuk, Kamis.
Khofifah saat mengikuti peresmian 3.395 jembatan perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual di Nganjuk tersebut mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Menurut dia, akses yang semakin terbuka akan memudahkan mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian, peternakan, dan berbagai produk ekonomi desa.
“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, di Jawa Timur, sebanyak 270 jembatan perintis Garuda telah dibangun. Pembangunan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pembangunan dari desa dan memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar.
Selain jembatan, Khofifah mengapresiasi pembangunan 3.000 sumber air bersih oleh TNI AD. Sebanyak 81 sumber air bersih di antaranya telah dibangun di Jawa Timur.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama memasuki musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah daerah.
“Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.
Khofifah berharap sumber air bersih tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mendukung pengairan persawahan di sekitar lokasi sehingga turut memperkuat ketahanan pangan.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang turut membangun infrastruktur dasar untuk masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan dapat memperpendek akses warga, termasuk pelajar yang sebelumnya harus menempuh perjalanan memutar untuk menuju sekolah.
“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih dan kerja keras TNI-Polri yang dipersembahkan untuk rakyat sehingga memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan maupun wilayah pedalaman Indonesia,” tegas Prabowo.
Prabowo menilai pembangunan jembatan dan sumber air bersih secara masif merupakan bentuk gotong royong serta upaya memperkuat kemandirian bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.