Gubernur Banten: Musim kemarau waspadai potensi kebakaran dari sampah

Gubernur Banten: Musim kemarau waspadai potensi kebakaran dari sampah

Mari kita mulai memilah sampah agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.Tangerang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhad...
Mari kita mulai memilah sampah agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.

Tangerang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran dari tumpukan sampah terutama di musim kemarau, karena tumpukan sampah dapat menghasilkan gas metana.

Peringatan terhadap potensi kebakaran akibat sampah belajar dari kasus TPA Jatiwaringin. Meski kebakaran di TPA Jatiwaringin telah padam setelah 10 hari terjadi, potensi kebakaran masih tinggi, akibat cuaca panas, kata Gubernur Andra saat menghadiri acara Festival Muharram di Desa Cengkok Balaraja, Sabtu.

Oleh karena itu, Andra mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah tangga. Karena sampah yang menumpuk tanpa dipilah dapat menghasilkan gas metana yang mudah memicu kebakaran.

"Mari kita mulai memilah sampah agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat," katanya.

Tim gabungan BNPB, BPBD, Kemenhut, KLH dan TNI/Polri telah berhasil memadamkan area kebakaran tersebut hingga 100 persen dari total luasan 18 hektare yang terbakar.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan meski kini situasi kedaruratan kebakaran telah dikendalikan. Pihaknya masih tetap siaga dengan tetap menerjunkan unit armada Damkar untuk menyiram timbulan sampah di TPA Jatiwaringin tiga sampai empat hari ke depan.

"Pemerintah Kabupaten berencana membangun hidran di TPA Jatiwaringin. Di awal lima unit dulu," kata Achmad.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan upaya keras dan kolaboratif dari tim gabungan penanganan darurat dari sejak peristiwa dilaporkan 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," ungkapnya.

Baca juga: KLH lanjutkan proses penyelidikan TPA Jatiwaringin usai pemadaman


Baca juga: Pasca pemadaman, Pemkab bangun embung di sekitar TPA Jatiwaringin

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.