FIFA Bantah Jual Sepakbola Lewat FFE, Hanya Ingin Kembangkan Negara Anggota

FIFA Bantah Jual Sepakbola Lewat FFE, Hanya Ingin Kembangkan Negara Anggota

AKURAT.CO, FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait polemik pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang memicu beragam tanggapan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA. Badan sepakbola dunia itu m...

AKURAT.CO, FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait polemik pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang memicu beragam tanggapan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA.

Badan sepakbola dunia itu menegaskan tidak pernah memiliki rencana menjual Piala Dunia maupun kompetisi internasional lainnya kepada investor swasta.

Penegasan tersebut disampaikan FIFA melalui pernyataan resmi setelah muncul pemberitaan mengenai proposal pembentukan FFE. Organisasi itu menyebut tujuan utama inisiatif tersebut adalah memperluas manfaat ekonomi sepakbola bagi seluruh 211 asosiasi anggota.

FIFA menjelaskan proposal tersebut masih berada dalam tahap konsultasi dengan seluruh anggota. Setiap asosiasi diberi kesempatan untuk mempelajari isi usulan sebelum menentukan sikap.

Menurut FIFA, sejumlah pemberitaan sebelumnya dinilai belum menggambarkan isi proposal secara menyeluruh. Kondisi itu disebut membuat proses konsultasi berlangsung di tengah berbagai kesalahpahaman.

"Tidak ada yang menjual sepakbola. FIFA tidak akan pernah mempertimbangkan hal seperti itu," tulis FIFA dalam pernyataan resminya.

FIFA juga menegaskan seluruh asosiasi anggota memiliki hak yang sama dalam proses pengambilan keputusan. Organisasi tersebut menolak anggapan bahwa satu konfederasi dapat mewakili pandangan seluruh anggotanya.

"Setiap asosiasi anggota harus memiliki kesempatan untuk meninjau proposal ini dan ikut menentukan masa depan mereka sendiri. Itulah prinsip demokrasi FIFA," kata FIFA.

https://akurat.co/bola/878348/erick-thohir-disebut-dukung-proposal-fifa-jual-hak-komersial-piala-dunia

Dalam penjelasannya, FIFA menyebut FFE akan berstatus sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan oleh FIFA. Entitas tersebut hanya akan menangani aktivitas komersial serta operasional penyelenggaraan kompetisi FIFA.

FIFA memastikan pembentukan FFE tidak akan mengubah struktur tata kelola organisasi. Seluruh kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di bawah kendali FIFA.

Melalui model tersebut, FIFA berharap nilai komersial berbagai turnamen dapat meningkat. Tambahan pendapatan yang dihasilkan nantinya akan didistribusikan kembali kepada seluruh asosiasi anggota untuk mendukung pengembangan sepakbola.

Salah satu poin dalam proposal tersebut adalah peningkatan dana melalui program FIFA Forward Development periode 2027 hingga 2030. FIFA menyatakan setiap asosiasi anggota akan memperoleh dana pengembangan sebesar USD20 juta.

Selain itu, FIFA juga memperkenalkan program FIFA Fast Forward yang menawarkan tambahan dana pengembangan sebesar 20 juta dolar AS untuk setiap asosiasi anggota. Pendanaan program tersebut disebut berasal dari investor eksternal tanpa mengurangi kepemilikan maupun kendali FIFA.

FIFA menegaskan pemberian dana pengembangan tidak bergantung pada sikap masing-masing anggota terhadap proposal FFE. Seluruh asosiasi tetap berhak menerima manfaat program tersebut.

Di akhir pernyataannya, FIFA kembali menekankan bahwa proposal FFE masih memerlukan persetujuan mayoritas anggota. Apabila usulan tersebut tidak mendapat dukungan, FIFA memastikan seluruh aktivitas komersial akan tetap dijalankan dengan mekanisme yang berlaku saat ini.

FIFA juga menyampaikan tiga prinsip yang menjadi dasar penyusunan proposal tersebut. Ketiga prinsip itu meliputi peningkatan dana pengembangan, optimalisasi peluang komersial sepakbola global yang tetap berada dalam kepemilikan FIFA, serta penghormatan terhadap proses demokrasi melalui hak setiap asosiasi anggota untuk menentukan keputusan secara mandiri.