Fadli Zon Targetkan 2.000 Cagar Budaya Nasional Tahun Ini

Fadli Zon Targetkan 2.000 Cagar Budaya Nasional Tahun Ini

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan 2.000 cagar budaya nasional tercatat tahun ini. Target itu jauh melonjak dibanding capaian selama 79 tahun yang baru mencatat 228 cagar budaya nasional.

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan 2.000 cagar budaya nasional tercatat tahun ini. Target itu jauh melonjak dibanding capaian selama 79 tahun yang baru mencatat 228 cagar budaya nasional.

Fadli menyampaikan hal itu saat wawancara di Kereta Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Semarang menuju Jakarta, Kamis, 30 Juli.

Menurut Fadli, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada sejarah dan cagar budaya. Karena itu, kementerian dan lembaga diminta merevitalisasi aset budaya di bawah pengelolaan masing-masing.

β€œPak Presiden itu mempunyai kepedulian terhadap sejarah, terhadap cagar budaya,” kata Fadli.

Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan memiliki banyak aset yang perlu dibenahi. Mulai dari museum, situs cagar budaya, candi, masjid tua, gereja, benteng, hingga keraton.

Ia menyebut Masjid Demak, Istana Maimun, Keraton Surakarta, dan sejumlah keraton masuk dalam perhatian pemerintah. Pada tahap awal tahun ini, ada lebih dari 100 aset yang akan ditangani.

β€œKeraton Surakarta dan sejumlah keraton, mungkin ada sekitar lebih dari 100 yang akan dilaksanakan tahun ini pada tahap awal,” ujarnya.

BACA JUGA:


Selain itu, Galeri Nasional juga masuk dalam agenda revitalisasi.

Fadli mengatakan percepatan juga dilakukan pada registrasi, verifikasi, pendataan, dan pencanangan cagar budaya nasional.

β€œTadinya selama 79 tahun kita hanya mencatatkan 228 cagar budaya nasional. Tapi tahun ini kita targetkan 2.000,” kata Fadli.

Menurut Fadli, jumlah yang sudah tercatat tahun ini sudah lebih dari 1.000 cagar budaya nasional.

Fadli menyebut sejumlah aset budaya yang sudah masuk penetapan pada tahun sebelumnya, termasuk Masjid Baitur Rahim dan Istana Maimun pada Desember lalu.

Ia mengakui selama ini perhatian terhadap cagar budaya belum cukup fokus. Kehadiran Kementerian Kebudayaan, kata Fadli, membuat penanganan museum, situs budaya, dan cagar budaya bisa lebih terarah.

Fadli menilai perbaikan aset budaya tidak hanya penting untuk sejarah. Dampaknya juga bisa masuk ke pariwisata, ekonomi budaya, dan ekonomi kreatif.

β€œUjungnya pengunjung juga akan banyak, ekosistemnya tumbuh, ekonomi budaya, ekonomi kreatifnya tumbuh, pariwisata juga,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+