Era Suku Bunga Tinggi,Bank Danamon Andalkan Dana Murah & Transaksi Redam Cost of Fund

Era Suku Bunga Tinggi,Bank Danamon Andalkan Dana Murah & Transaksi Redam Cost of Fund

ILUSTRASI. Pertumbuhan Kredit Bank Danamon (KONTAN/Baihaki) Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyiapkan sejumlah strategi untuk ...

ILUSTRASI. Pertumbuhan Kredit Bank Danamon (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga biaya dana (cost of fund/CoF) di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan potensi pengetatan kebijakan moneter ke depan.

Mengingatkan saja, BI telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 1% sejak awal tahun ini ke level 5,75%. Langkah ini diambil sebagai strategi stabilisasi nilai tukar rupiah, dan diproyeksi masih bakal berlanjut. 

Dalam menghadapi era suku bunga tinggi ini, Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon, Ivan Jaya mengaku pihaknya juga telah melakukan penyesuaian suku bunga, baik di sisi kredit maupun simpanan. 

Namun, penyesuaian tersebut dilakukan secara selektif dan mempertimbangkan kebutuhan nasabah.

Baca Juga: Revisi RBB, Bank Danamon (BDMN) Tetap Targetkan Kredit Tumbuh 10%-15%

"Baik dari sisi kredit maupun tabungan atau deposito, kami sudah melakukan penyesuaian. Namun tidak serta-merta semua suku bunga kami naikkan, baik suku bunga kredit maupun deposito," ujar Ivan saat ditemui, Selasa (14/7/2026).

Ia tak menampik bahwa peluang kenaikan BI Rate masih terbuka apabila kondisi ekonomi global kembali bergejolak. Meski demikian, bank berkode saham BDMN ini bakal mengikuti setiap kebijakan yang ditempuh regulator.

"Tidak tertutup kemungkinan BI menaikkan suku bunga lagi, mungkin satu atau dua kali. Apa pun langkah yang diambil pemerintah dan regulator, kami akan menyesuaikan," katanya.

Untuk menekan cost of fund, Danamon tak cuman mengandalkan strategi penetapan harga (pricing), tetapi juga memperkuat transaksi nasabah guna meningkatkan penghimpunan dana murah (CASA).

Baca Juga: Dongkrak Pertumbuhan Bisnis, Danamon Perkuat Sinergi One Financial Group

Ivan bilang salah satu fokus pihaknya adalah mendorong transaksi, termasuk transaksi valuta asing (valas). Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan saldo tabungan yang memiliki biaya dana lebih rendah sehingga bank tetap mampu menawarkan suku bunga kredit yang kompetitif.

"Kami percaya dengan meningkatkan transaksi dan memberikan layanan transaksi yang lebih baik, kami bisa memperoleh dana murah sehingga dapat memberikan lending rate yang lebih kompetitif kepada masyarakat," ujarnya.

Salah satu produk yang menjadi andalan adalah tabungan valas yang memiliki biaya dana yang relatif rendah. Hingga kuartal I-2026, tabungan valas bank naik 52% ke kisaran Rp 8,5 triliun. 

Untuk menarik lebih banyak transaksi, Danamon menawarkan kurs valas yang kompetitif, bahkan memberikan kompensasi apabila nasabah menemukan kurs yang lebih baik di tempat lain.

Bank berharap strategi yang berfokus pada peningkatan transaksi dan penghimpunan dana murah dapat membantu perseroan menjaga biaya dana di tengah kompetisi likuiditas yang semakin ketat.

Baca Juga: Bank Danamon Jaga NPL KPR di Tengah Kenaikan BI Rate

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News