DSLNG-Universitas Tadulako siapkan SDM berbasis teknologi dan dukung NZE

DSLNG-Universitas Tadulako siapkan SDM berbasis teknologi dan dukung NZE

DSLNG-Universitas Tadulako siapkan SDM berbasis teknologi dan dukung NZE

Kamis, 17 September 2026 05:50 WIB

Image Print

Program DSLNG Goes to Campus (DGTC) di Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/HO-Humas DSLNG)

Palu (ANTARA) - Kolaborasi perguruan tinggi dan industri membantu menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja dengan memperkuat pemahaman teknologi, keberlanjutan, dan pengelolaan lingkungan menuju Net Zero Emission (NZE).

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa. Tidak hanya mengenai teknologi yang digunakan di industri, tetapi juga bagaimana aspek keberlanjutan menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan operasional,” kata Environment Analyst PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), Dwi Fitri Lestari di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam program DSLNG Goes to Campus (DGTC) di Universitas Tadulako (Untad) yang mendorong integrasi teknologi dan keberlanjutan untuk mendukung upaya menuju NZE.

Menurut Dwi, industri saat ini tidak hanya dituntut memenuhi kepatuhan, tetapi juga terus mencari peluang meningkatkan kinerja lingkungan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Industri saat ini tidak hanya dituntut untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga terus mencari peluang untuk meningkatkan kinerja lingkungan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi,” kata Dwi.

Ia mengatakan pemahaman mengenai teknologi dan keberlanjutan penting bagi mahasiswa, khususnya calon tenaga profesional di bidang teknik yang nantinya akan menghadapi perkembangan industri dan tuntutan pengelolaan lingkungan.

Dwi menjelaskan integrasi teknologi menjadi salah satu bagian dalam upaya mengurangi emisi pada fasilitas pengolahan LNG. Pemanfaatan teknologi dan inovasi memungkinkan proses operasional dipantau dan dioptimalkan sehingga penggunaan energi dan sumber daya dapat dikelola secara lebih efisien.

Ia mengatakan upaya menuju NZE bukan proses yang berdiri sendiri, tetapi membutuhkan integrasi berbagai aspek, mulai dari penerapan teknologi, efisiensi energi, pengelolaan emisi, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad, Sriyati Ramadhani mengapresiasi kembali dilaksanakannya program DGTC oleh DSLNG di lingkungan kampus tersebut.

Menurut dia, interaksi langsung antara mahasiswa dan pelaku industri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dalam konteks operasional industri.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa. Tidak hanya mengenai teknologi yang digunakan di industri, tetapi juga bagaimana aspek keberlanjutan menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan operasional,” katanya.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Fakultas Teknik Untad dari berbagai program studi tersebut juga diisi sesi diskusi interaktif.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan dan pandangan terkait tantangan penerapan teknologi, strategi perusahaan dalam menjalankan prinsip beyond compliance, serta langkah yang dapat dilakukan sektor industri untuk mendukung pencapaian NZE.

Melalui program DGTC, DSLNG membuka ruang interaksi dengan kalangan akademik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis dari dunia industri, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Sulawesi Tengah.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DSLNG memperkuat kolaborasi kampus dan industri untuk dukung NZE

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026