DPRD Maluku kawal pemprov dapat hak PI 10 persen Blok Masela - ANTARA News Ambon, Maluku

DPRD Maluku kawal pemprov dapat hak PI 10 persen Blok Masela - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - DPRD Maluku ikut mengawal dan memperjuangkan pemerintah provinsi dalam mendapatkan hak Participating Interest (PI) 10 persen Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta memastikan masyara...

Ambon (ANTARA) - DPRD Maluku ikut mengawal dan memperjuangkan pemerintah provinsi dalam mendapatkan hak Participating Interest (PI) 10 persen Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta memastikan masyarakat di daerah ini turut terlibat langsung dalam pengelolaan di sektor migas.

"Proses pengurusan PI 10 persen Blok Masela saat ini jalan, tetapi masih mengalami stagnasi pada tahapan administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk koordinasi dengan sejumlah pemerintah kabupaten, khususnya daerah penghasil," kata anggota Komisi III DPRD Maluku Rovik Akbar Afifudin, di Ambon, Minggu.

Menurut dia, PI 10 persen itu sesuai aturan yang berlaku memang sudah menjadi hak daerah ini dan prosesnya masih berjalan, hanya saja masih ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dan dikomunikasikan, terutama dengan kabupaten penghasil.

"Kami juga mendorong masyarakat agar tidak hanya sekadar menjadi penonton dalam proyek strategis nasional ini, tetapi harus turut terlibat dalam pengelolaan konten lokal sehingga benar-benar mampu memberdayakan mereka," ujarnya pula.

Apalagi pemerintah daerah telah membahas penguatan konten lokal bersama pihak pelaksana proyek, agar peluang usaha dan tenaga kerja dapat dinikmati masyarakat Maluku.

Kalau pun ada yang menganggap pengusaha lokal maupun sumber daya manusia Maluku belum siap tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi keterlibatan daerah, namun sebaliknya dijawab dengan langkah-langkah konkret melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja.

"Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang andal lewat pendidikan, pelatihan kerja, dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar agar masyarakat Maluku memiliki kompetensi yang dibutuhkan," katanya lagi.

DPRD Maluku optimistis pengoperasian Blok Masela akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar, sehingga pemerintah daerah diminta segera menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri migas dan sektor pendukung lainnya saat proyek mulai berjalan.

Pewarta: Daniel Leonard
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.