DPRD Jabar minta petugas atur lalu lintas di proyek halte BRT - ANTARA News Jawa Barat
Kota Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta kehadiran petugas gabungan di setiap titik pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) guna mengatur arus lalu lintas dan mencegah kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung.
Tedy mengatakan keberadaan petugas di lapangan diperlukan karena aktivitas pembangunan halte BRT di sejumlah ruas jalan berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
“Terkait dengan BRT, di beberapa titik seperti Jalan Jakarta, disiapkan petugas untuk menjaga dan memudahkan pergerakan. Intinya, petugas ini sangat penting untuk bisa mengendalikan kondisi di lapangan,” kata Tedy kepada ANTARA di Bandung, Senin.
Menurut dia, petugas tersebut dapat berasal dari unsur kepolisian, Satpol PP, hingga Dishub yang dapat bertugas mengatur kendaraan di sekitar lokasi pembangunan.
Tedy menilai pengaturan lalu lintas perlu dilakukan secara optimal di seluruh titik pengerjaan BRT, terutama pada jam sibuk.
Menurut dia, kehadiran petugas di titik-titik pembangunan menjadi semakin penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan sekaligus mengurangi dampak kemacetan.
“Antisipasinya saja, menurunkan teman-teman kita masih kurang optimal. Jadi lebih cenderung pembiaran. Kesannya karena salah satu faktor itu, padahal ada faktor lain yang menyebabkan kemacetan di titik tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kritik dan kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar karena pembangunan BRT akan membawa perubahan terhadap sistem transportasi dan tata ruang jalan di Kota Bandung.
Ia memahami adanya pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas dan aspek keselamatan konsep tersebut. Namun, menurutnya, setiap inovasi transportasi publik membutuhkan proses pengujian sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Memang agak susah membayangkan bahwa di tengah Jalan Cicadas, Jalan Jakarta, sampai wilayah Ciroyom dan Pasar Baru akan ada halte-halte di tengah jalan. Perdebatan tentu tidak pernah berhenti, namun bagaimanapun juga pilihannya tetap dilaksanakan,” katanya.
Namun dirinya optimistis bahwa pembangunan BRT dapat menjadi salah satu solusi transportasi untuk menekan kemacetan di kawasan Bandung Raya, meski pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.