Dosen UNP dorong tingkatkan kemandirian petani di Agam lewat mesin penggiling padi

Dosen UNP dorong tingkatkan kemandirian petani di Agam lewat mesin penggiling padi

Padang (ANTARA) - Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB), melalui penerapan mesin rice milling atau penggiling padi skala rumah tangga berbasis teknologi tepat guna, bagi masyarakat Kelompok UPH Kopilasi Marapi, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

"Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses pascapanen padi, mengurangi biaya dan waktu penggilingan, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat," kata Ketua Tim Pengabdian,Primawati, S.Si., M.Si., di Padang, Senin.

Ia menjelaskan salah satu permasalahan yang dihadapi petani di Nagari Lasi adalah keterbatasan fasilitas penggilingan padi skala kecil.

"Selama ini petani masih bergantung pada jasa penggilingan di luar wilayah, sehingga harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan dan menunggu proses penggilingan," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat proses pascapanen kurang efisien, khususnya bagi masyarakat yang melakukan penggilingan dalam jumlah relatif kecil.

Melalui program ini, tim UNP menghadirkan mesin rice milling yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Mesin memiliki kapasitas sekitar 200-500 kg gabah per jam, menggunakan motor penggerak 7 HP, serta sistem transmisi pulley dan V-belt.

Konstruksi mesin dibuat sederhana, kompak, mudah dioperasikan, dan mudah dirawat oleh masyarakat.

Selain penerapan dan penyerahan mesin kepada mitra, tim pengabdian yang beranggota Febri Prasetya, S.Pd., M.Pd.T., Dr. Eng. Annisa Prita Melinda, S.T., M.T., dan Winda Agustiarmi, S.Pd., M.Pd.T., juga memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin, keselamatan kerja, serta manajemen usaha penggilingan padi.

Mitra kegiatan ini adalah UPH Kopilasi Marapi, yang diketuai Anton Efendi dan diikuti anggota kelompok serta masyarakat.

"Masyarakat Kelompok UPH Kopilasi Marapi dilibatkan secara langsung melalui praktik, demonstrasi, diskusi, dan pendampingan agar mampu menggunakan serta merawat mesin secara mandiri," lanjut Primawati.

Untuk pelatihan manajemen usaha diarahkan pada kemampuan masyarakat dalam melakukan pencatatan biaya operasional, volume penggilingan, pendapatan, dan keuntungan usaha.

Dengan demikian, mesin tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha jasa penggilingan padi skala mikro yang dikelola secara berkelompok.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi biaya dan waktu penggilingan, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengolah gabah menjadi beras.

Kehadiran mesin di tingkat nagari juga membuka peluang pengembangan usaha jasa penggilingan, yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok masyarakat.

Program Pengabdian UNP Berdampak ini merupakan wujud komitmen Universitas Negeri Padang dalam mengimplementasikan hasil risetm dan inovasi teknologi tepat guna untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara tim dosen dan masyarakat Kelompok UPH Kopilasi Marapi, teknologi rice milling diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat Nagari Lasi.

Kegiatan penerapan mesin rice milling melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) di Kelompok UPH Kopilasi Marapi, Nagari Lasi, Kabupaten Agam, turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 2, yakni Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pengolahan hasil pertanian dan dukungan terhadap ketahanan pangan.

Kemudian SDG 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan usaha jasa penggilingan padi skala mikro dan peningkatan nilai tambah hasil panen, serta SDG 9, yakni Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penggiling padi yang dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat.