UNP latih warga Asam Kamba buat pupuk organik lewat mesin penggiling limbah peternakan
Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin penggiling limbah peternakan, untuk membantu masyarakat Nagari Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengolah limbah peternakan menjadi bahan baku pupuk organik.
Penerapan teknologi tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, (22/8) lalu, diketuai Fiki Efendi, S.Pd., M.Pd.T., dengan anggota tim Dr. Rizky Ema Wulansari, S.Pd., M.Pd.T., Siti Rahimah Yusra, S.Pd., M.App.Ling., dan Lia Mita Syahri, M.Pd.
Ketua Tim Pengabdian, Fiki Efendi, di Padang, Senin, mengatakan selama ini limbah peternakan yang dihasilkan masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal.
"Pengolahan yang masih dilakukan secara sederhana membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar," katanya.
Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila limbah tidak dikelola dengan baik.
Melalui program pengabdian tersebut, tim UNP menerapkan mesin penggiling yang dirancang untuk mempercepat proses pengolahan limbah peternakan, sehingga menghasilkan material yang lebih halus dan lebih mudah dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.
Fiki mengatakan penerapan teknologi tepat guna tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola limbah peternakan secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan nilai guna limbah.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, tim UNP menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin penggiling limbah peternakan untuk membantu mempercepat proses pengolahan limbah menjadi bahan yang lebih halus dan mudah diproses sebagai bahan baku pupuk organik," lanjutnya.
Ia berharap teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya memberikan mesin, tim pengabdian UNP juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai cara pengoperasian, keselamatan kerja, perawatan sederhana, serta tahapan pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik.
Ketua Kelompok Tani Badunsanak, Nofrimil, mengapresiasi dukungan teknologi yang diberikan UNP.
Menurutnya, keberadaan mesin tersebut membantu mempercepat proses pengolahan limbah peternakan yang sebelumnya dilakukan secara sederhana.
“Kami sangat terbantu dengan adanya mesin ini. Proses pengolahan limbah peternakan menjadi lebih cepat,” katanya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi DIII Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang, yaitu M. Rizki Al Hakim, Muhammad Alfahrizhel, dan Muhammad Amir Rasyid.
Mahasiswa terlibat dalam proses perancangan, pembuatan, pengujian, pendampingan penggunaan mesin, hingga dokumentasi kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam penerapan teknologi kepada masyarakat.
Penerapan mesin penggiling di Nagari Asam Kamba diharapkan memberikan manfaat ganda.
Selain membantu mengatasi persoalan limbah peternakan dan menjaga kebersihan lingkungan, teknologi tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai sumber bahan organik untuk mendukung produksi pupuk organik.
Pemanfaatan limbah peternakan sebagai bahan baku pupuk organik, juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya lokal.
Limbah yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UNP tidak hanya memberikan bantuan berupa teknologi, tetapi juga melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.
Proses perancangan, pembuatan, pengujian, penerapan, dan pendampingan mesin menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat Nagari Asam Kamba mampu mengelola limbah peternakan secara lebih mandiri dan produktif.
Dengan demikian, limbah peternakan tidak hanya dipandang sebagai bahan buangan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya lokal untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan produksi pupuk organik.
Kegiatan penerapan mesin penggiling limbah peternakan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) di Nagari Asam Kamba, Kabupaten Pesisir Selatan, turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yakni SDG 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi bahan baku pupuk organik dan pengurangan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Kemudian SDG 9, yakni Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penggiling limbah peternakan.
Selain itu, SDG 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan produktivitas dan pemanfaatan sumber daya lokal yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
