DKPP Lumajang fasilitasi kebutuhan petani hortikultura saat kemarau - ANTARA News Jawa Timur

DKPP Lumajang fasilitasi kebutuhan petani hortikultura saat kemarau - ANTARA News Jawa Timur

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memfasilitasi kebutuhan petani hortikultura saat musim kemarau karena diperlukan kecermatan dalam menjaga kondisi tanaman agar tetap terjaga.

"Ketersediaan sarana pertanian menjadi salah satu dukungan penting agar petani dapat melakukan perawatan dan pengendalian tanaman sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk itu, kami memperkuat fasilitasi sarana pertanian bagi kelompok tani," kata Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, Senin.

Menurut dia, fasilitasi yang disiapkan meliputi obat-obatan pertanian, pestisida nabati, asam humat hingga pupuk NPK, sehingga sarana tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung perawatan tanaman, memenuhi kebutuhan pertanian, serta melakukan pengendalian apabila ditemukan gangguan pada tanaman.

"Dengan dukungan tersebut, petani memiliki tambahan sarana untuk menjaga kondisi tanaman selama menghadapi tantangan musim kemarau. Sepanjang sesuai SOP, kelompok tani mengajukan melalui kelompoknya, nanti kami fasilitasi. Termasuk kalau diperlukan gerakan pengendalian secara massal,” katanya.

Bagi petani, fasilitasi tersebut memiliki manfaat yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan. Obat-obatan pertanian dan pestisida nabati dapat digunakan untuk membantu pengendalian gangguan tanaman, sementara asam humat dan pupuk NPK menjadi bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan tanaman.

"Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan sarana, tetapi juga memiliki dukungan untuk melakukan penanganan tanaman secara lebih terarah," tuturnya.

Fasilitasi diberikan berdasarkan kebutuhan petani dan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Kelompok tani dapat mengajukan permohonan melalui kelompoknya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh DKPP.

Perhatian terutama diberikan terhadap komoditas cabai rawit dan cabai merah besar yang membutuhkan pengelolaan lebih cermat selama musim kemarau. Kondisi tanaman terus diperhatikan agar apabila terdapat gangguan, langkah pengendalian dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Hendra menjelaskan, dampak kemarau tidak selalu sama pada setiap komoditas, seperti tanaman kentang relatif masih aman sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman.

Selain penanganan secara individual di tingkat lahan, DKPP juga membuka peluang dilakukannya gerakan pengendalian secara massal apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan bersama. Pola ini memungkinkan petani dalam satu kawasan mendapatkan dukungan pengendalian secara lebih terkoordinasi.

"Melalui fasilitasi tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan kelompok tani memiliki akses terhadap sarana yang dibutuhkan untuk merawat tanaman dan merespons gangguan selama musim kemarau. Dukungan diberikan berdasarkan kebutuhan, sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing komoditas," ujarnya..

Upaya tersebut diharapkan membantu petani menjaga kondisi tanaman, mempertahankan produktivitas, serta mengurangi risiko gangguan budidaya selama musim kemarau.

Pada saat yang sama, keberlanjutan produksi hortikultura di Kabupaten Lumajang dapat terus dijaga melalui kerja sama antara petani dan pemerintah daerah.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.