Distrik Tembagapura harapkan kegiatan belajar di Banti aktif mulai 2027 - ANTARA News Papua Tengah

Distrik Tembagapura harapkan kegiatan belajar di Banti aktif mulai 2027 - ANTARA News Papua Tengah

Timika (ANTARA) - Pemerintah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah mengharapkan kegiatan belajar mengajar Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Banti bisa beroperasi kembali pada tahun ajaran 2027/2...

Timika (ANTARA) - Pemerintah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah mengharapkan kegiatan belajar mengajar Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Banti bisa beroperasi kembali pada tahun ajaran 2027/2028 setelah gedung sekolah yang dibangun PT Freeport Indonesia rampung.

Kepala Distrik (Camat) Tembagapura Dev Richard Tatiratu di Timika, Sabtu, mengatakan gedung sekolah tersebut dibangun tahun ini oleh PT Freeport Indonesia di lokasi bekas gedung sekolah yang dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Maret 2018 di Kampung Banti II.

"Besar harapan kami gedung sekolah yang cukup bagus dilengkapi dengan fasilitas taman bermain tersebut bisa segera rampung sehingga bisa mulai digunakan pada tahun ajaran 2027 mengingat sudah beberapa tahun ini anak-anak sekolah di Banti dan sekitarnya tidak punya gedung sekolah," kata Dev.

Dev mengakui sejak kasus pembakaran gedung SD Negeri Banti oleh KKB pada Maret 2018 hingga kini sudah tidak ada lagi aktivitas belajar-mengajar di Banti dan kampung-kampung sekitar seperti Opitawak, dan Kimbeli.

Pemerintah Distrik Tembagapura mengapresiasi peran aktif Kapolsek Tembagapura Iptu Firman bersama jajarannya yang membuka honai di Polsek Tembagapura untuk ditempati anak-anak dari kampung-kampung sekitar untuk bisa belajar.

"Awalnya hanya tiga anak yang ikut. Sekarang sudah lebih dari 60 anak setiap hari belajar di honai Polsek Tembagapura. Mereka datang dari Banti, Kimbeli dan sekitarnya, lalu siang mereka kembali ke rumah," tutur Dev yang baru sekitar empat bulan menjabat Kadistrik Tembagapura.

Menurut dia, sekitar sebulan lalu Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika berkunjung ke Banti II membawa serta sejumlah guru yang akan bertugas di wilayah itu.

Saat ini PTFI tengah merenovasi beberapa rumah guru yang sudah rusak lantaran sudah lama ditinggalkan oleh para guru saat KKB menguasai wilayah itu pada sekitar 2018.

"Kemarin teman-teman dari Dinas Pendidikan melihat gedung PAUD yang ada di Banti. Nanti untuk sementara waktu gedung itu bisa digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar sambil menunggu gedung sekolah baru selesai dibangun. Nantinya gedung sekolah baru ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk bisa menyelenggarakan kembali aktivitas pendidikan di Banti," jelas Dev.

Kampung Banti dan sekitarnya merupakan lokasi pemukiman warga Suku Amungme yang paling dekat dan terdampak aktivitas tambang PTFI.

Saat KKB menguasai wilayah itu pada 2018, ribuan warga Banti, Opitawak, Kimbeli dan sekitarnya mengungsi ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika. Setelah situasi keamanan di wilayah itu pulih, baru sekitar tahun 2021 mereka kembali ke kampung halamannya.

Di Banti II, kini sudah terdapat fasilitas rumah sakit permanen yang dibangun oleh Dinas Kesehatan Mimika untuk melayani kesehatan masyarakat setempat.

Gedung sekolah yang sedang dibangun oleh PTFI tersebut berada persis di samping RS Banti.
 

Pewarta: Evarianus Supar
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.