Dinsos Gorontalo respon penanganan anak disabilitas di Gorontalo Utara - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Gorontalo, merespon cepat laporan terkait anak disabilitas dengan dugaan terlantar yang berada di Dusun Idaman, Desa Dulukapa, Kabupaten Gorontalo Utara.
"Anak dengan kondisi disabilitas ini dilaporkan memerlukan penanganan karena diduga tinggal sendirian tanpa pengasuhan orang tua kandung. Kami merespon cepat laporan ini," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Sujono Said Antule di Gorontalo, Jumat.
Ia mengatakan telah meminta Dinas Sosial Gorontalo Utara melakukan asesmen terhadap anak tersebut.
"Asesmen untuk mengetahui penyebab kenapa disebut terlantar, bagaimana kondisi anak saat akan diserahkan kepada kami, menyangkut kesehatan jiwa dan fisik, semuanya harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Kemudian hasil asesmen tersebut, kami tindaklanjuti untuk asesmen lanjutan untuk penanganan lebih lanjut," katanya.
Langkah progresif tersebut harus dilakukan untuk penanganan anak disabilitas, sebab menyangkut penitipan yang akan dilakukan.
Pemerintah Provinsi, kata dia, telah menyiapkan Panti Disabilitas yang dapat dimanfaatkan termasuk oleh Milo, anak disabilitas berusia 15 tahun dari Dusun Idaman, Desa Dulukapa tersebut.
"Dari target 10 anak disabilitas mendapat pengasuhan di Panti Disabilitas untuk tahun 2026 ini, sudah ada enam orang anak di panti, sehingga melalui prosedur yang wajib ditempuh dalam rangka penyerahan anak, dapat memberi kesempatan bagi Milo untuk mendapatkan pengasuhan melalui program pemerintah provinsi ini," kata Sujono.
Ia mengaku telah menghubungi pihak pendamping sosial di wilayah Kecamatan Sumalata Timur, untuk melakukan asesmen yang akan menjadi rujukan bagi penanganan Milo selanjutnya.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumalata Timur Diran Dengo mengatakan pihaknya telah memfasilitasi asesmen kepada Milo.
"Hasil asesmen kami sampaikan ke Dinas Sosial kabupaten untuk secepatnya ditindaklanjuti, mengingat respon cepat telah diberikan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dalam penanganan Milo dan adik-adiknya," kata Diran.
Milo mendapat perhatian dari keluarga, seperti sering diberi makan oleh kakek dan tetangga. Adiknya yang bersekolah pun mendapat bantuan perawatan.
"Sejak dilaporkan di tahun 2025 lalu, kami selalu mengunjungi Milo, namun saat itu masih bersama kedua orang tua. Pekan kemarin kami mendapatkan informasi jika Milo kini tinggal sendirian," katanya.
Oleh karena itu, perhatian intensif langsung dilakukan, termasuk oleh pihak Dinas Sosial Gorontalo Utara yang telah menyalurkan popok untuk kebutuhan harian Milo.
"Saat ini, penanganan terhadap Milo dinilai penting sebab anak disabilitas ini tinggal sendirian di dalam rumah dan sulit melakukan aktivitas seorang diri. Milo sulit berjalan, berkomunikasi dan memenuhi kebutuhan konvensionalnya," kata Diran.
Ayah Milo sementara dirawat di rumah sakit setelah menjalani operasi, kemudian ibu nya telah meninggalkan rumah tanpa keterangan jelas dimana keberadaan saat ini.
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengatakan telah mengarahkan Dinas Sosial untuk menangani Milo dan adik-adiknya.
"Saya sudah mengarahkan Dinas Sosial untuk penanganan secepatnya," kata bupati.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.