Dinkes Kotim siapkan ruang oksigen antisipasi dampak kabut asap

Dinkes Kotim siapkan ruang oksigen antisipasi dampak kabut asap

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap kebakaran hutan ANTARA News kalteng 1 ...

Dinkes Kotim siapkan ruang oksigen antisipasi dampak kabut asap

Minggu, 2 Agustus 2026 20:25 WIB

Image Print

Sekretaris Dinkes Kotim Ali saat menyampaikan paparan pada rapat koordinasi di rujab Bupati Kotim belum lama ini. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya dengan menyiagakan ruang oksigen di fasilitas kesehatan sebagai antisipasi apabila kualitas udara terus menurun.

β€œRuang oksigen akan kami siapkan apabila kualitas udara terus menurun dan kondisi di lapangan memang membutuhkan pelayanan tersebut untuk masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim Ali di Sampit, Minggu.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi pemerintah daerah menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, ketika potensi karhutla serta kabut asap cenderung meningkat.

Ruang oksigen nantinya akan disiapkan di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga Public Safety Center (PSC), sehingga masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dapat memperoleh penanganan awal secara cepat.

Dinkes Kotim juga telah menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan sebagai pedoman menghadapi kemungkinan meningkatnya kasus penyakit akibat kabut asap.

Setiap fasilitas kesehatan diminta memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dengan menyiapkan tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, hingga sarana pendukung lainnya apabila jumlah pasien meningkat selama musim kemarau.

β€œLewat surat edaran itu kami meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik apabila dampak kabut asap semakin meluas,” tuturnya.

Baca juga: Temukan celah keamanan siber, pelajar Kotim tembus Hall of Fame Departemen Pendidikan AS

Disamping itu, pihaknya juga memperkuat langkah pencegahan melalui pembagian masker kepada masyarakat. Kegiatan tersebut telah dimulai sejak akhir Juli dan akan terus dilanjutkan menyesuaikan perkembangan kualitas udara di wilayah Kotim.

Sebelumnya sekitar 15.000 lembar masker, meliputi masker dewasa dan anak-anak, telah dibagikan di sejumlah lokasi di Kota Sampit, yakni Pasar Al Kamal, simpang Jalan Pelita-HM Arsyad, Jalan Ahmad Yani-Suprapto, Jalan Ki Hajar Dewantara-Gunung Kerinci, Jalan Sari Gading-Christopel Mihing, serta kawasan Taman Kota Sampit.

Itulah langkah-langkah yang disiapkan Dinkes Kotim dalam menghadapi musim kemarau, khususnya dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Ia juga menegaskan , Dinkes Kotim akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat.

β€œJika kabut asap semakin pekat, seluruh skenario yang telah dipersiapkan, termasuk pengoperasian ruang oksigen di fasilitas kesehatan, akan segera diterapkan guna memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal,” demikian Ali.

Baca juga: Bupati Kotim ajak warga semarakkan HUT RI dengan pasang bendera

Baca juga: Disdik Kotim kaji penggabungan sekolah minim murid

Baca juga: Swalayan UMKM Kotim diproyeksikan menjadi sentra oleh-oleh khas daerah

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.