Dinkes Kobar sebut belum terjadi lonjakan penyakit akibat asap karhutla

Dinkes Kobar sebut belum terjadi lonjakan penyakit akibat asap karhutla

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah memastikan belum saat ini terjadi lonjakan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan asap kebakaran ANTARA News kalteng 1 ...

Dinkes Kobar sebut belum terjadi lonjakan penyakit akibat asap karhutla

Jumat, 24 Juli 2026 08:19 WIB

Image Print

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Hardino di Pangkalan Bun, Sabtu (18/7/2026). ANTARA/Dinkes Kobar

Pangkalan Bun (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah memastikan belum saat ini terjadi lonjakan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Berdasarkan hasil pemantauan kita, untuk kondisi kesehatan masyarakat masih relatif terkendali. Namun masyarakat di himbauan untuk tetap waspada, karena saat ini Kobar telah masuk musim Kemarau" kata Kepala Dinkes Kobar Hardino di Pangkalan Bun, Kamis.

Hal tersebut disampaikannya, mengingat jumlah kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Kobar cukup tinggi dan saat ini status penanganan karhutla di Kabupaten Kobar masih berada dalam kategori siaga.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar dari awal Januari hingga Juli tercatat telah menangani sebanyak 63 titik kejadian, dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 113,51 hektare.

Dia mengatakan, untuk saat ini tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza Like Illness (ILI) pada data surveilans kesehatan mengalami penurunan di tahun 2026.

"Dari data surveilans kesehatan kita untuk jumlah kasus ISPA turun dari 364 kasus menjadi 277 kasus atau berkurang sebanyak 87 kasus. Sementara itu, kasus ILI juga turun dari 10 kasus menjadi 7 kasus atau menurun sekitar 30 persen," ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya sampai saat ini belum terdapat peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Baca juga: Ratusan geobag dipasang di pesisir Kecamatan Kumai cegah abrasi

Pihaknya akan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi apabila kebakaran terus terjadi dan kualitas udara memburuk, risiko peningkatan kasus penyakit saluran pernapasan akan tetap ada.

Menurutnya, kelompok yang paling rentan terdampak asap karhutla tersebut diantaranya balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma maupun gangguan paru-paru.

Hardino menambahkan, pihaknya akan terus melakukan langkah antisipasi, dengan memperkuat sistem surveilans penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, pihak juga berkoordinasi dalam melakukan pemantauan kualitas udara bersama instansi terkait agar dampak kesehatan dapat diantisipasi sejak dini.

dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, serta diminta untuk menggunakan masker apabila terjadi kabut asap dan memperbanyak konsumsi air putih.

"Masyarakat juga diminta untuk segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gejala, serta bagi masyarakat yang rentan untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara mulai menurun," demikian Hardino.

Baca juga: Sukses pertahankan juara umum, 15 atlet Kobar wakili Kalteng ke O2SN nasional

Baca juga: TRC BPBD Kobar berjibaku tangani karhutla di empat lokasi

Baca juga: Bupati Kobar tegaskan pentingnya peran ayah dukung anak berprestasi

Pewarta : Safitri RAΒ 
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.