Dinkes Cianjur: Masyarakat tetap menerapkan prokes saat beraktivitas - ANTARA News Jawa Barat

Dinkes Cianjur: Masyarakat tetap menerapkan prokes saat beraktivitas - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Dinas kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah terutama menggunakan masker dan kacamata pelindung guna menghindari paparan abu vulkanik.

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Selasa, mengatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang jatuh di sebagian besar wilayah Cianjur membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan khususnya menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Pasalnya abu vulkanik mengandung partikel tajam serta zat kimia yang dapat berdampak terhadap kesehatan, paparannya dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan pada kulit.

“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang turun di Cianjur masih terlihat, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga kesehatan terutama dari gangguan ISPA dan iritasi mata," katanya.

Bahkan pihaknya meminta seluruh puskesmas di Cianjur memberikan edukasi mengenai bahaya abu vulkanik bagi kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat sebagai salah satu upaya perlindungan dari paparan partikel abu vulkanik.

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah, selama kondisi paparan abu vulkanik terjadi, serta melakukan berbagai langkah saat berada di dalam rumah dengan cara menutup pintu, jendela, dan ventilasi udara agar abu tidak masuk.

Tidak hanya masker tambah dia, masyarakat disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah abu masuk dan mengiritasi mata, menghindari penggunaan lensa kontak selama abu vulkanik masih turun.

“Mengenakan pakaian tertutup seperti baju tangan panjang dan celana panjang guna melindungi kulit dari paparan abu vulkanik, rutin mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Sementara masih turunnya abu vulkanik di Cianjur, membuat masker menjadi barang yang paling dicari masyarakat terutama mereka yang tetap harus beraktivitas termasuk para pelajar yang masih masuk sekolah seperti biasa.

Sejumlah apotik di Cianjur, terpaksa menolak pembeli karena kehabisan stok masker berbagai jenis, bahkan mereka juga kesulitan mendapatkan stok meski sudah mengajukan pemesan sejak dua hari terakhir.

"Permintaan cukup tinggi, bahkan dalam satu hari kami terpaksa menolak lebih dari 30 orang pembeli karena stok habis dan pemesanan ke penyedia belum mendapat jawaban," kata pemilik Apotik Ryad Hasan Usenk.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.