Diana temukan ketenangan bersama JKN
Diana temukan ketenangan bersama JKN
Senin, 31 Agustus 2026 17:01 WIB
Diana Sylvia (53) menunjukkan kartu identitasnya. ANTARA/Nur Istibsaroh
Yogyakarta (ANTARA) - Pagi itu, setelah keluar dari ruang pemeriksaan dokter, Diana Sylvia (53) dengan tenang duduk di deretan kursi yang telah ramai dengan pasien lainnya di ruang tunggu RS Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo.
Ibu tiga anak ini mengaku baru saja memeriksakan gigi kirinya yang pecah dan menceritakan kisah lucu di balik peristiwa tersebut.
"Penyebabnya bukan karena makanan yang keras, tetapi hanya karena tahu. Jadi pecahannya saya bersihkan dan saya rendam alkohol, dan saya vigura dengan tulisan ‘kalah karo tahu’ agar bisa jadi pengingat buat saya dan siapa pun untuk menjaga kesehatan,” katanya dengan nada bercanda.
Bahkan jauh sebelum menceritakan masalah giginya, Diana dengan antusias mengungkapkan banyaknya manfaat yang telah ia rasakan selama menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Momen paling mendebarkan terjadi ketika ia sedang sibuk berbelanja bahan masakan di pasar untuk memenuhi pesanan katering, serangan penyakit datang menghampiri tanpa ada tanda-tanda awal.
“Saat itu tanpa ada tanda apa pun, tiba-tiba sesak napas dan nyeri di dada sebelah kiri. Lalu oleh keluarga dilarikan ke Puskesmas,” cerita Diana.
Ujian kesehatan yang menimpanya seolah berlanjut dengan timbulnya sakit saraf atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang mengharuskan dirinya rutin menjalani fisioterapi berkala.
“Saya ingat kejadian itu setelah saya angkat galon. Awalnya tidak merasakan apa-apa, tetapi beberapa hari kemudian baru kerasa. Ya kan single parent jadi harus bisa mengatasi semua persoalan sendiri,” kataya.
Tak hanya menjamin perlindungan kesehatan untuk dirinya sendiri, Program JKN juga senantiasa hadir mendampingi tumbuh kembang anak bungsunya yang berusia delapan tahun dan terlahir istimewa dengan kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Rasa syukur yang amat mendalam membuncah di dalam hatinya hingga terpancar jelas melalui suara bergetar dan mimik muka haru saat ia menceritakan kemudahan layanan medis yang didapatkannya.
Diana mengaku sama sekali tidak bisa membayangkan besarnya biaya yang harus ia keluarkan jika seluruh pengobatan tersebut dibayar menggunakan kantong pribadinya sendiri.
“Semua gratis. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dengan adanya Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan ini, karena bisa mengatasi persoalan keluarga saya terutama dalam hal kesehatan,” ujar Diana dengan mata yang berkaca-kaca.
Melalui perjalanan manis yang dirasakannya, ia pun berpesan agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan jaminan kesehatan yang ada sembari tetap berikhtiar memelihara kebugaran tubuh secara mandiri.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026