Damkar Buleleng atasi kebakaran di enam titik dalam sehari - ANTARA News Bali
Buleleng, Bali (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Bali memadamkan api di enam lokasi dalam sehari guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Enam kejadian kebakaran tersebut berlangsung pada Senin (7/9) di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu; Desa Pangkung Paruk dan Desa Ularan, Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih, LC Baktisraga; serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.
Kepala Damkarmat Kabupaten Buleleng Gede Arya Suardana di Singaraja, Selasa, mengatakan petugas langsung bergerak cepat menuju enam lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada musim kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, enam kejadian tersebut terdiri atas tiga kebakaran lahan dan tiga kebakaran rumah. Kebakaran lahan terjadi di Desa Ularan dengan luas area terdampak sekitar 50 are, sedangkan di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, dan Desa Pangkung Paruk masing-masing sekitar 30 are.
Tiga kebakaran lainnya melanda rumah warga di Desa Gitgit, Jalan Jalak Putih LC 8 Blok B, dan Desa Bengkel. Di Gitgit, api membakar bagian dapur dan bangunan rumah, sedangkan di Jalan Jalak Putih api menghanguskan bagian atap rumah, kompor, dan sejumlah pakaian.
Arya mengatakan, petugas menggunakan sekitar lima tangki air dalam menangani rangkaian kebakaran tersebut. Satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki untuk penanganan di Tigawasa dan Pangkung Paruk, serta satu tangki untuk kebakaran rumah di Gitgit. “Berdasarkan laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi,” katanya.
Pemadaman kebakaran lahan di Ularan berlangsung sekitar satu jam, sedangkan penanganan di Tigawasa memerlukan waktu sekitar satu jam 40 menit. Adapun kebakaran rumah di Gitgit, Jalan Jalak Putih, dan Desa Bengkel dapat ditangani dalam waktu sekitar 45 menit.
Menurut Arya, respons cepat sangat diperlukan untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Kebakaran lahan di wilayah pedesaan juga berpotensi meluas apabila vegetasi dalam kondisi kering dan disertai hembusan angin.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.