Cincinnati Terbuka: Iga Swiatek ke Semifinal dengan Mundurnya Rybakina, Bersiap Hadapi Pegula

Cincinnati Terbuka: Iga Swiatek ke Semifinal dengan Mundurnya Rybakina, Bersiap Hadapi Pegula

Pertandingan Cincinnati Terbuka di Lindner Family Tennis Center, Ohio, Amerika Serikat, tersebut terhenti secara mendadak saat Iga Swiatek unggul 4-1 di set pertama.

Pada kedudukan 40-40 di gim kelima, Elena Rybakina yang mewakili Kazakhstan tiba-tiba menghentikan permainan dan berjalan menuju bangku pemain untuk menerima penanganan medis.

Elena Rybakina sempat mencoba kembali ke lapangan dan memainkan satu poin sebelum akhirnya menyalami wasit dan memutuskan tidak melanjutkan pertandingan.

Cedera ini menjadi ancaman serius bagi Rybakina mengingat panggung Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2026 bakal bergulir dalam kurun sepuluh hari ke depan.

https://www.akurat.co/arena/883388/cincinnati-terbuka-bekuk-ann-li-2-set-langsung-coco-gauff-tantang-marie-bouzkova-di-16-besar

Swiatek yang mengalahkan Rybakina di final Toronto Terbuka pekan lalu mengaku prihatin atas kondisi yang menimpa rivalnya tersebut.

"Saya merasa cemas melihat situasinya. Saya berharap dia baik-baik saja, karena kesehatan selalu menjadi prioritas utama," kata Swiatek dikutip AFP.

"Amerika Serikat Terbuka tinggal menghitung hari. Saya sangat berharap dia bisa pulih tepat waktu dan siap bertanding di sana."

Jessica Pegula Bekuk Amanda Anisimova

Di babak semifinal nanti, Swiatek bakal ditantang oleh bintang tuan rumah, Jessica Pegula.

Petenis putri nomor satu Amerika Serikat tersebut sukses mengamankan tiket empat besar usai memenangi duel dramatis kontra kompatriotnya, Amanda Anisimova, lewat pertarungan tiga set dengan skor 6-2, 4-6, dan 7-6 (7-4).

Kemenangan ini makin mempertegas dominasi Pegula atas Anisimova menjadi 6-0 secara head-to-head.

Tak hanya itu, Jessica Pegula yang kini berusia 32 tahun juga mencatatkan rekor bersejarah.

Ia resmi menjadi petenis putri keempat sejak era 2009 yang mampu menembus setidaknya lima kali babak perempat final Masters 1000 setelah melewati usia 30 tahun.

Menyamai rekor para legenda dunia seperti Li Na, Serena Williams, dan Svetlana Kuznetsova.

"Saya tahu rekor pertemuan saya cukup bagus saat berhadapan dengannya. Tetapi setiap pertandingan terasa sangat ketat dan menguras fisik seperti yang terjadi tadi," kata Pegula.

Sementara itu di sektor tunggal putra, kejutan manis diukir oleh petenis muda Italia, Flavio Cobolli.

Unggulan ketujuh tersebut sukses melangkah ke semifinal Masters 1000 pertamanya usai menumbangkan harapan tuan rumah, Tommy Paul, lewat comeback sengit dengan skor 2-6, 6-3, dan 6-4.

Ada momen unik yang mewarnai kebangkitan Flavio Cobolli di tengah laga. Di tengah gempuran Paul yang sehari sebelumnya menyingkirkan unggulan teratas Alexander Zverev, Cobolli sempat meminta timnya membawakan camilan manis ke dalam lapangan untuk menambah asupan energi.

"Saya sangat suka makanan manis dengan cokelat. Saya pernah mencobanya saat bermain di nomor ganda, jadi saya pikir mengapa tidak mengulanginya di nomor tunggal? Kelihatannya itu cukup berhasil," kata Flavio Cobolli.

Kemenangan ini mengantarkan Cobolli menjadi petenis Italia kesebelas dalam sejarah yang mampu menembus babak semifinal ajang nasters sejak turnamen kategori ini pertama kali digulirkan 36 tahun lalu.

"Saya sangat bangga dengan usaha, kualitas permainan, serta ketahanan mental saya hari ini. Ini menjadi modal dan latihan yang sangat berharga sebelum terjun ke AS Terbuka," kata petenis berusia 24 tahun tersebut.