China Siap Luncurkan Misi Ambisius untuk Cari Air di Bulan

China Siap Luncurkan Misi Ambisius untuk Cari Air di Bulan

Jakarta -

China akan meluncurkan misi paling kompleks dan ambisius ke Bulan dalam hitungan hari. Misi bernama Chang'e-7 ini akan dikirimkan untuk mencari bukti es air di kutub selatan Bulan.

Misi ini akan diluncurkan menggunakan roket Long March 5 dari Wenchang Satellite Launch Center di Pulau Hainan, China. China Manned Space Engineering Office (CMSEO) mengatakan peluncuran dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan, tapi pengumuman penutupan wilayah udara mengindikasikan jendela peluncuran akan dibuka pada 24 Agustus.

Misi Chang'e-7 akan membawa robot pendarat, robot penjelajah, dan robot 'hopper'. Begitu tiba di orbit Bulan, Chang'e-7 akan memeriksa calon lokasi pendaratan di kutub selatan Bulan sebelum melakukan percobaan pendaratan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu lokasi kandidat berada di dekat ujung kawah Shackleton, sebuah cekungan yang selalu ditutupi bayangan. Namun, tepian kawahnya hampir selalu diterangi sinar Matahari.

China belum mengungkap timeline misi Chang'e-7, tapi pakar antariksa memperkirakan percobaan pendaratan akan dilakukan pada bulan November. Setelah berhasil mendarat, robot penjelajah dan hopper akan mulai melakukan survei di permukaan.

Kawah di kutub selatan Bulan dipilih sebagai lokasi pendaratan karena wilayah ini tidak pernah terkena sinar Matahari selama miliaran tahun. Oleh karena itu, ilmuwan berpikir bahwa kawah-kawah di wilayah tersebut dapat berfungsi sebagai kulkas yang mampu mengawetkan air dan senyawa organik.

Suhu di wilayah Bulan ini dapat turun hingga -203 derajat Celsius, sehingga dinilai ideal untuk menyimpan bukti adanya air, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2026).

Namun, kawah Shackleton memiliki permukaan yang sulit dijelajahi robot biasa karena tepi kawahnya yang miring. Untuk mencapai dasar kawah yang gelap gulita, Chang'e-7 akan menggunakan robot yang dapat melompat atau hopper.

Robot ini dilengkapi alat untuk menganalisis molekul air, serta enam mesin pendorong untuk membawanya ke dasar kawah. Robot ini akan mendarat menggunakan enam kakinya, dan bisa kembali ke permukaan untuk mengisi daya menggunakan tenaga Matahari.

Kantor berita China Xinhua mengatakan robot ini diperkirakan akan melakukan setidaknya tiga lompatan ke dasar kawah selama misi. Belum diketahui berapa lama misi ini akan berjalan.

Data yang dikumpulkan oleh Chang'e-7 dan penerusnya Chang'e-8, yang direncanakan meluncur pada tahun 2029, akan menjadi data penting untuk rencana China membawa astronaut ke permukaan Bulan pada tahun 2030.

Dua misi ini dimaksudkan sebagai batu loncatan untuk meneliti kemungkinan membangun stasiun penelitian di Bulan secara permanen. Jika misi ini berhasil menemukan bukti sumber air, tugas badan antariksa China akan lebih mudah karena sudah ada sumber air minum, oksigen untuk astronaut, hingga dipakai sebagai bahan bakar roket.

(vmp/vmp)

TAGS

LIHAT LAINNYA