Cara Melatih Remaja Berkebutuhan Khusus agar Mandiri, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Cara Melatih Remaja Berkebutuhan Khusus agar Mandiri, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:29 WIB

VIVA – Memasuki usia remaja, anak berkebutuhan khusus membutuhkan bekal yang lebih luas untuk menghadapi kehidupan sehari-hari. Tidak hanya kemampuan akademis, mereka juga perlu dilatih mengurus diri, berkomunikasi, bersosialisasi, mengambil keputusan sederhana hingga memiliki keterampilan yang bisa menunjang masa depan.

Baca Juga

Melatih remaja berkebutuhan khusus agar mandiri tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda pada setiap individu. Orang tua tidak perlu memaksakan target yang sama karena kemampuan dan kebutuhan setiap anak dapat berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemandirian sendiri bukan berarti anak harus mampu melakukan seluruh aktivitas tanpa bantuan. Hal yang lebih penting adalah memberikan kesempatan agar mereka dapat melakukan sesuatu sesuai kemampuan, sekaligus perlahan mengurangi ketergantungan kepada orang lain.

Baca Juga

Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih remaja berkebutuhan khusus agar lebih mandiri.

1. Mulai dari Aktivitas Sehari-hari

Baca Juga

Kemandirian dapat dibangun dari rutinitas sederhana di rumah. Remaja bisa mulai dilibatkan dalam aktivitas seperti merapikan tempat tidur, menyiapkan pakaian, membersihkan kamar, mencuci peralatan makan atau menyiapkan makanan sederhana.

Orang tua sebaiknya tidak langsung mengambil alih ketika anak mengalami kesulitan. Berikan kesempatan untuk mencoba terlebih dahulu dan bantu hanya pada bagian yang memang belum dapat dilakukan.

Kebiasaan tersebut penting karena kemampuan merawat diri dan menjalankan aktivitas sehari-hari merupakan bagian dari kompetensi kemandirian bagi anak berkebutuhan khusus.

2. Sesuaikan Target dengan Kemampuan Remaja

Setiap remaja memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, target kemandirian sebaiknya dibuat secara individual.

Misalnya, jika seorang anak belum mampu memasak sendiri, tahap awal bisa dimulai dengan mengenalkan alat-alat dapur. Setelah terbiasa, ia dapat belajar mencuci bahan makanan, mengikuti resep sederhana hingga memasak dengan pendampingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang disampaikan oleh Direktur London School Beyond Academy (LSBA), Associate Professor Dr. Chrisdina, di mana ia menekankan pentingnya menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan peserta.

“Setiap individu memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, pembelajaran di LSBA menekankan praktik langsung dengan program yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Kami ingin mereka tidak hanya memiliki keterampilan vokasional, tetapi juga kemampuan komunikasi, sosial, disiplin, tanggung jawab, serta kepercayaan diri untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Chrisdina dalam peresmian LSBA Bekasi. 

Halaman Selanjutnya

3. Jangan Takut Memberikan Tanggung Jawab