Bupati Lamandau sebut ketahanan daerah jadi fondasi utama ketahanan nasional

Bupati Lamandau sebut ketahanan daerah jadi fondasi utama ketahanan nasional

Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Dr Rizky Aditya Putra SE MM menegaskan bahwa ketahanan daerah merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan ANTARA News kalteng 67 ...

Bupati Lamandau sebut ketahanan daerah jadi fondasi utama ketahanan nasional

Kamis, 30 Juli 2026 22:05 WIB

Image Print

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra saat memberikan orasi ilmiah pada Yudisium Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), di hadapan 160 mahasiswa peserta yudisium, Aula Kampus-3 UMPR, Kamis. (ANTARA/UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Dr Rizky Aditya Putra SE MM menegaskan bahwa ketahanan daerah merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah pada Yudisium Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), di hadapan 160 mahasiswa peserta yudisium, Aula Kampus-3 UMPR, di Palangka Raya, Kamis.


"Indonesia bukan hanya Jakarta dan tidak dibangun dari satu titik sentral. Ketahanan nasional sesungguhnya berdiri di atas pondasi yang sangat nyata di tingkat daerah, yaitu ketahanan daerah," kata Rizky dalam orasi ilmiah bertajuk Ketahanan Daerah sebagai Pilar Ketahanan Nasional: Peran Pendidikan Tinggi dalam Mencetak Pemimpin dan Inovator Pembangunan.


Ia mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang dibangun dari kekuatan daerah. Oleh sebab itu, pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari kemampuan setiap daerah dalam mengembangkan potensi lokal serta menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.


Menurut dia, ketika suatu daerah mengalami kerentanan pada sektor pangan, ekonomi, maupun kualitas sumber daya manusia, maka kondisi tersebut akan berdampak terhadap ketahanan nasional. Sebaliknya, daerah yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing akan menjadi kekuatan utama Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.


Dalam orasinya, Rizky memaparkan tiga pilar utama ketahanan daerah yang menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Lamandau maupun Kalimantan Tengah secara umum, yakni ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, dan ketahanan lingkungan.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra saat memberikan orasi ilmiah pada Yudisium Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), di hadapan 160 mahasiswa peserta yudisium, Aula Kampus-3 UMPR, Kamis. (ANTARA/UMPR)

Pada aspek ketahanan ekonomi, ia menilai daerah perlu bertransformasi dari ketergantungan terhadap komoditas mentah menuju pengembangan produk unggulan yang memiliki nilai tambah melalui penguatan industri lokal, pembiayaan kreatif, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Sementara itu, ketahanan sosial diwujudkan melalui penguatan kohesi sosial, pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Huma Betang, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.


Adapun ketahanan lingkungan, lanjutnya, harus diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, menjaga kelestarian hutan dan ekosistem, serta meningkatkan kemampuan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.


"Siapa yang akan mengawal ketiga pilar tersebut. Jawabannya adalah sumber daya manusia yang unggul, terdidik, dan berkarakter," ujarnya.


Rizky menekankan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya menjadi lembaga yang menghasilkan lulusan, tetapi harus menjadi pusat inkubasi pembangunan yang mampu melahirkan riset terapan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.


"Kampus harus bertindak sebagai pusat inkubasi pembangunan dan katalisator perubahan. Dari ruang-ruang kuliah dan laboratorium inilah lahir pemimpin masa depan dan inovator pembangunan daerah," katanya.


Ia menjelaskan perguruan tinggi perlu melahirkan pemimpin yang memiliki pemahaman terhadap karakteristik daerah sekaligus berwawasan global. Selain itu, kampus juga diharapkan mampu mencetak inovator yang menghadirkan teknologi tepat guna, mendorong diversifikasi produk unggulan lokal, mempercepat digitalisasi desa, dan meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamandau juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan daerah, pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) tematik, program magang berdampak, pembentukan pusat riset bersama, hingga penyediaan beasiswa bagi talenta daerah.


"Pengalaman kami di pemerintahan menunjukkan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah," katanya.


Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah masing-masing.


"Kalian jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pembawa solusi, pencipta lapangan kerja, sekaligus penggerak kemajuan daerah. Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari daerah, sebab dari daerah inilah lompatan besar Indonesia dimulai," ujarnya.


Mengakhiri orasi ilmiahnya, Rizky menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yang dinilai konsisten berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Kalimantan Tengah.


Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi semakin diperkuat sehingga mampu melahirkan inovasi, mempercepat pembangunan, serta mewujudkan ketahanan daerah yang kokoh sebagai fondasi bagi ketahanan nasional Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan maju.

Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.