Bulog Sumut serap 37.864 ton gabah dari petani perkuat cadangan pangan - ANTARA News Sumatera Utara

Bulog Sumut serap 37.864 ton gabah dari petani perkuat cadangan pangan - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap gabah sebanyak 37.864 ton atau 18.932 ton setara beras dari petani di wilayah kerjanya sebagai upaya dalam memperkuat cadangan pangan.

"Penyerapan gabah itu terhitung dari Januari hingga 12 Agustus 2026," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Jumat.

Budi mengatakan penyerapan gabah dari petani tersebut di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Serdang Bedagai.

Ia mengatakan saat ini mulai memasuki masa panen di beberapa daerah di Sumut di antaranya Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, Deli Serdang, Kabupaten Batu Bara.

"Pada pekan ini dan lalu saja, kami sudah menyerap itu jika dihitung per hari dari150 sampai 250 ton setara beras atau maksimal 500 ton gabah," ujar dia.

Ia mengatakan ke depan penyerapan terus dilakukan karena mulai memasuki masa panen di antaranya Kabupaten Tapanuli Utara, Batu Bara, Simalungun, Langkat.

Bulog Sumut mengatakan gabah hasil penyerapan tersebut menjadi cadangan pangan untuk memenuhi berbagai penugasan pemerintah, di antaranya Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.

Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan, ia mengatakan Bulog bertugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. 

Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog juga terus melakukan sosialisasi guna memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.

Bulog Sumut menargetkan menyerap sekitar 62.718 ton gabah kering panen guna menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut pada 2026.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.