Bulan Bakti Peternakan Bulungan 2026 dorong kemandirian pangan
Bulan Bakti Peternakan Bulungan 2026 dorong kemandirian pangan
Selasa, 15 September 2026 19:28 WIB
Bupati Bulungan Syarwani menghadiri sekaligus membuka Bulan Bakti Peternakan 2026 di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Bulungan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Selasa (15/9/2026). (ANTARA/HO-DKIP Bulungan)
Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Pertanian menggelar Bulan Bakti Peternakan Tahun 2026 sebagai upaya mendorong kemandirian pangan.
“Kegiatan ini menjadi momentum kita untuk memperkuat sektor peternakan sekaligus mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Bulungan,” ujar Bupati Bulungan Syarwani dalam pembukaan Bulan Bakti Peternakan 2026 yang digelar di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Bulungan, Tanjung Selor, Selasa.
Syarwani menegaskan, pengembangan peternakan merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bulungan menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Namun, kata dia, di balik potensi tersebut masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Di mana salah satunya adalah memenuhi kebutuhan daging unggas masyarakat Bulungan yang saat ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kebutuhan ayam potong di Kabupaten Bulungan saat ini, sebutnya, mencapai sekitar 8.000 ekor per hari, atau setara kurang lebih enam ton daging unggas untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Akan tetapi peternak lokal baru mampu memasok sekitar 1.500 ekor per hari.
“Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 6.500 ekor ayam setiap hari yang harus didatangkan dari luar daerah, terutama dari Kabupaten Berau dan Kota Tarakan,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, menurutnya peluang usaha peternakan unggas di Bulungan masih sangat terbuka. Oleh sebab itu, Pemkab Bulungan terus mendorong agar peternakan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Bulungan, tetapi juga berkembang hingga mampu menjadi pemasok bagi daerah tetangga.
Karena itu, lanjutnya, pemerintah mendorong desa-desa untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan usaha peternakan, khususnya ayam potong.
“Salah satu skema yang tengah kita dorong adalah pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pengembangan kelompok usaha produktif di bidang peternakan,” katanya.
Mendukung upaya tersebut, kata Syarwani, pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulungan akan memperkuat regulasi agar pada 2027 pengembangan usaha ekonomi produktif di desa memiliki ruang yang lebih jelas.
“Mudah-mudahan tahun 2027 bisa dibuka bagaimana pengembangan kelompok produktif, usaha produktif di setiap desa melalui penggunaan skema ADD. Ini bisa menjadi panduan bagi kepala desa untuk menggerakkan usaha-usaha ekonomi produktif, khususnya di bidang peternakan unggas,” ujarnya.
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.