BRMP Jambi kawal pengembangan bawang putih di Kerinci dukung swasembada - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mengawal pengembangan bawang putih di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi untuk mendukung program swasembada pangan, sekaligus menghidupkan kembali budi daya komoditas tersebut di daerah itu.
"Kami mendukung pengembangan bawang putih melalui penyediaan benih sumber berkualitas serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan petani," kata Kepala BRMP Jambi Yunimar di Jambi, Rabu.
Beberapa waktu lalu, Provinsi Jambi telah menanam bawang putih seluas 110 hektare di Kayu Aro Kerinci, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Upaya tersebut, kata dia, diarahkan untuk memperkuat pengembangan bawang putih di dataran tinggi Kerinci yang memiliki potensi sebagai salah satu sentra produksi komoditas tersebut.
"Sinergi antara pemerintah, petani, dan penyuluh diperlukan untuk memperkuat pengembangan bawang putih, terutama dalam penyediaan benih berkualitas dan penerapan teknologi budidaya," katanya.
Selain itu, ke depan, BPRM mendorong menggunakan varietas unggul lokal asal Kerinci, yakni Jangkiriah Adro.
"Kerinci punya varietas bawang putih unggul, namun belum maksimal dikembangkan. Maka ke depan penting didorong," ujarnya.
Yuni juga menyampaikan, pihaknya mengakselerasi program swasembada pangan melalui penerapan pertanian modern dan mekanisasi di sejumlah kabupaten.
Penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas pertanian hingga 10 ton per hektare sawah.
BRMP Jambi bersama dinas terkait serta penyuluh terus mengawal penerapan teknologi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Penerapan metode PM AAS sebagai salah satu solusi menghadapi keterbatasan lahan pertanian dan tenaga kerja.
"Kami berharap PM AAS ini, permasalahan berkurangnya lahan pertanian dan tenaga kerja bisa menjadi salah satu solusi sehingga kesejahteraan petani terus meningkat," kata dia.
Pewarta: Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.