BPBD Kaltim pantau 134 titik panas optimalkan penanganan karhutla - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memantau sebanyak 134 titik panas (hotspot) di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Kamis, menyampaikan sebanyak 134 titik panas (hotspot) memicu sebaran kabut asap.
Ia menegaskan, mengingat kondisi tersebut dapat berubah dengan cepat mengikuti arah angin dan atmosfer, pihak terkait terus melakukan sinkronisasi data antardaerah.
"Asap sudah menyebar di wilayah Kaltim. Kita menyinkronkan data terkait agar informasi yang disampaikan sama dan tidak menimbulkan simpang siur,” ujar Buyung dalam briefing penanganan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.
Berdasarkan pemantauan lapangan, kata dia, sejumlah daerah menunjukkan kondisi dampak asap yang berbeda dibandingkan hari sebelumnya.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, paparan kabut asap masih cukup pekat sehingga aktivitas pembelajaran siswa di sejumlah wilayah terpaksa dialihkan secara daring. Sementara itu, kondisi cuaca di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara juga dilaporkan mengalami fluktuasi.
Di Kabupaten Kutai Timur, sebaran titik panas mulai mereda setelah hujan turun di beberapa desa, sehingga kondisi udara di beberapa wilayah tersebut berangsur lebih cerah.
Kondisi serupa terjadi di Kota Bontang, di mana matahari mulai terlihat meski kabut asap tipis masih menyelimuti wilayah tersebut pasca hujan ringan.
Dampak sebaran asap ini berimbas pada aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda akibat berkurangnya jarak pandang.
Buyung menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya menitikberatkan pada upaya pemadaman di titik sumber api, tetapi juga pemantauan pergerakan arah asap serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan mobilitas transportasi.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD kabupaten/kota, dan instansi terkait terus mengintegrasikan pemantauan lapangan guna menyediakan informasi cuaca dan mitigasi potensi bencana yang konsisten bagi publik.
Ia mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara bakar, terutama di tengah kondisi vegetasi yang masih kering.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.