BPBD Cianjur menggencarkan patroli dan sosialisasi cegah kebakaran lahan - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggencarkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan cara tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Senin, mengatakan sepanjang musim kemarau pihaknya telah menuntaskan penanganan 42 kebakaran lahan dan hutan di daerah itu.
Pada umumnya, kebakaran akibat kelalaian manusia membakar sampah saat membersihkan lingkungan tempat tinggal dan saat membuka lahan baru dengan cara dibakar guna meringankan biaya operasional.
"Kejadian yang paling tinggi selama bulan Agustus dan September, di mana setiap minggu ada dua sampai empat laporan kebakaran lahan yang masuk, sehingga kami melibatkan petugas gabungan TNI/Polri, Damkar Cianjur, dan relawan serta warga sekitar," katanya.
Berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau diperkirakan terjadi hingga Oktober 2026, sedangkan intensitas hujan selama dua hingga tiga pekan ke depan untuk di wilayah Jabar, termasuk Cianjur, masih rendah.
Namun, terkait dengan status siaga darurat bencana kekeringan yang berlaku mulai Juli hingga September 2026, pihaknya akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BMKG tentang situasi dan perkiraan cuaca.
"Beberapa wilayah sudah terjadi hujan, termasuk di Cianjur, namun baru lokal, secara keseluruhan intensitas hujan masih minim dan kurang di seluruh wilayah Jabar," katanya.
Bahkan, ujar dia, diprediksi musim kemarau masih terjadi hingga Oktober, sehingga status siaga darurat kekeringan dapat diperpanjang.
"Kita lihat informasi dari BMKG kalau sudah masuk ke musim penghujan tentunya status siaga darurat dihentikan, kalau masih terjadi hingga Oktober kemungkinan akan diperpanjang," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.