BPBD Belitung catat 3.728 kepala keluarga terdampak kekeringan - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mencatat sebanyak 3.728 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan sehingga mengalami kekurangan air bersih.
"3.728 KK terdampak kekeringan tersebut berdasarkan dari air bersih yang kami salurkan mencapai 1.014.900 liter," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung Zainal Harison di Tanjungpandan, Kamis.
Volume air bersih yang di distribusikan itu, kata dia, cenderung mengalami peningkatan dibanding sebelumnya dan berpotensi kebutuhan air bersih terus meningkat karena berdasarkan prakiraan BMKG kemarau terjadi sampai awal tahun 2027.
"Ribuan KK yang kekurangan air bersih tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Belitung," ujar dia.
Selain menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat yang mengalami kekurangan, pihaknya juga menyalurkan bantuan yang sama ke fasilitas umum seperti di sekolah karena sumber air bersih di sekolah juga mengalami kekeringan.
"Saya ingatkan masyarakat agar dapat menghemat dan menggunakan air bersih secara bijak dalam kehidupan sehari-hari, mengingat musim kemarau di wilayah Kabupaten Belitung diprakirakan masih panjang hingga awal 2027," ucap Zainal Harison.
Masyarakat, lanjut dia, diharapkan dapat menampung cadangan air bersih sebagai langkah antisipasi saat pasokan berkurang.
"Kemudian melindungi sumber-sumber air bersih yang ada dari pencemaran sampah maupun kerusakan lingkungan," kata Zainal Harison.
BPBD Belitung, kata dia, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar layanan distribusi air bersih ini dapat menjangkau titik-titik lain yang belum terlayani.
"Kami terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pihak lain agar layanan air bersih bisa menjangkau titik-titik lain yang selama ini belum terlayani oleh mobil tangki kami," ujar Zainal Harison.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.