BP BUMN salurkan tali asih untuk keluarga jurnalis-ABK Arupadatu I

BP BUMN salurkan tali asih untuk keluarga jurnalis-ABK Arupadatu I
Kami ingin berikhtiar untuk menyampaikan kepada bapak-ibu sekalian bahwa bapak-ibu sekalian tentunya tidak sendiri. Ada kami, keluarga besar BUMN yang berusaha untuk membantu

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyalurkan tali asih untuk keluarga dari lima orang jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.

“Kami ingin berikhtiar untuk menyampaikan kepada bapak-ibu sekalian bahwa bapak-ibu sekalian tentunya tidak sendiri. Ada kami, keluarga besar BUMN yang berusaha untuk membantu,” ujar Wakil Kepala II Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dalam acara “Penyerahan Tali Asih Kepada Keluarga Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau” yang digelar di Gedung BP BUMN Jakarta, Kamis.

Adapun sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pemberian tali asih, yakni LKBN ANTARA, Antara ETP, Peruri, AirNav, Jasa Tirta I, Jasa Tirta II, Pelindo, ASDP Indonesia Ferry, Jasamarga dan PTPN 4.

Tedi menyampaikan bahwa pemberian tali asih tersebut merupakan wujud kepedulian BUMN dalam membantu keluarga para jurnalis dan ABK untuk melalui keadaan yang tidak mudah untuk dihadapi.

“Tentunya, tali asih yang kami berikan pada sore hari ini tentu tidak akan bisa menggantikan apa yang hilang,” ucap Tedi.

Tedi berharap agar keluarga dari rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dapat diberikan ketabahan.

Secara terpisah, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra berharap agar tali asih yang disalurkan dapat memberikan keringanan kepada keluarga korban.

Baca juga: BP BUMN: Transformasi perum fokus pada perbaikan berkelanjutan

Baca juga: BP BUMN siapkan 400 calon pemimpin untuk penguatan perusahaan

Ia menjelaskan BP BUMN terus mengikuti perkembangan pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I dan memutuskan untuk menyalurkan tali asih tanpa menunda terlalu lama.

“Kami dari BUMN, BP BUMN maupun dari BUMN-BUMN yang ikut berpartisipasi itu memberikan tali asih kepada saudara-saudara kita. Mungkin tidak bisa mengganti kehilangan yang terjadi, tetapi inilah bentuk kepedulian,” ujar Hambra.

Atas tali asih yang disalurkan, Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan apresiasi kepada BP BUMN dan BUMN-BUMN yang terlibat. Menurut Virgandhi, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui BUMN terhadap jurnalis.

“Ini menjadi bukti pemerintah melalui BP BUMN peduli terhadap jurnalis. Saya mengucapkan terima asih kepada BP BUMN dan para BUMN yang ikut serta dalam penyerahan tali asih ini,” kata Virgandhi.

Adapun delapan orang yang merupakan rombongan kapal cepat KM Arupadatu I, M Bagus Khoirunnas (jurnalis Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (jurnalis Merdeka.com), Yudhistiro (jurnalis iNews), Firdaus (jurnalis Anadolu) dan Donal (jurnalis lepas).

Sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak, Senin (7/9) siang pukul 14.00 WIB.

Kemudian, pada Sabtu (12/9) Basarnas Bengkulu menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas di kawasan Pesisir Sawang Bengkok Desa Khayapu Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Pada Rabu (23/9), Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengungkapkan bahwa hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60).

Baca juga: Pemprov Banten beri pendampingan penuh bagi keluarga ABK Arupadatu

Baca juga: Dewan Pers sebut lima jurnalis hilang sebagai pahlawan pers

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.