Bosan Dada Ayam? Ini 7 Sumber Makanan Kaya Protein Sesuai Kebutuhan Tubuh
Jakarta -
Sumber protein tak terbatas pada daging ayam atau sapi saja. Banyak sumber protein lain yang bisa dikonsumsi dengan tambahan kandungan lemak, vitamin, dan mineral yang menyehatkan.
Kebutuhan nutrisi setiap orang tentu tidak sama. Protein yang ampuh buat diet seseorang, belum tentu ideal untuk orang lain yang punya masalah kesehatan tertentu.
Para ahli gizi merekomendasikan berbagai sumber protein terbaik yang bisa disesuaikan dengan target kesehatanmu. Yuk, cek daftar lengkapnya, seperti yang dibagikan Huff Post (2/8)!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Menstabilkan Gula Darah dan Cegah Diabetes
Pilihan Terbaik: Lentil, kacang-kacangan, dan kacang pohon (tree nuts).
Toby Smithson, ahli gizi dari American Diabetes Association, menyebutkan bahwa protein nabati sangat diandalkan untuk mengontrol glukosa.
Lentil dan kacang-kacangan kaya akan serat, bebas lemak jenuh, dan bisa memperlambat penyerapan karbohidrat. Kacang tanah dan tree nuts juga mengandung lemak sehat, magnesium, serta antioksidan yang menjaga perut kenyang lebih lama sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.
2. Menyehatkan Pencernaan
Pilihan Terbaik: Yogurt dan lentil.
Menurut ahli gizi Megan Hilbert, yogurt (seperti Greek yoghurt atau skyr) adalah pelindung utama dinding usus. Konsumsi rutin minimal 2 cangkir seminggu bisa menyeimbangkan bakteri berkat probiotik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus.
Untuk opsi nabatinya, lentil adalah juaranya. Dengan 18 gram protein dan 16 gram serat per cangkir, lentil bertindak sebagai prebiotik yang ampuh melancarkan BAB dan menurunkan kolesterol.
3. Meredakan Radang dan Penyakit
Pilihan Terbaik: Ikan makarel dan tempe.
Butuh asupan anti-inflamasi alami? Kaytee Hadley, ahli gizi fungsional, sangat menyarankan ikan makarel karena padat akan Omega-3 (EPA dan DHA).
Cukup 3,5 ons makarel bisa menurunkan risiko penyakit jantung! Hebatnya lagi, makanan lokal kebanggaan kita yaitu tempe, juga masuk daftar. Berkat proses fermentasi kedelai, tempe kaya prebiotik dan antioksidan yang jago memperbaiki kerusakan sel tubuh.
4. Menjaga Kesehatan Jantung dan Janin
Pilihan Terbaik: Ikan salmon dan kacang hitam.
Penyakit kardiovaskular adalah ancaman utama bagi wanita. Ahli gizi Claire Rifkin menyebut Omega-3 dalam salmon ampuh menurunkan tekanan darah sekaligus mendukung kesehatan mental di masa menopause.
Salmon juga kaya Vitamin D untuk mencegah osteoporosis. Khusus untuk ibu hamil, kacang hitam sangat dianjurkan. Asupan setengah cangkir kacang hitam bisa memenuhi hampir setengah kebutuhan folat harian guna mencegah cacat tabung saraf pada janin.
5. Membantu Turunkan Berat Badan (Diet)
Pilihan Terbaik: Keju cottage, putih telur, dan dada ayam.
Diet tinggi protein memang terbukti ampuh tingkatkan metabolisme. Lacy Puttuck menjelaskan, keju cottage tanpa lemak mengandung kasein yang dicerna lambat sehingga bikin kenyang lebih lama.
Jika butuh asupan super rendah kalori tapi padat protein, putih telur adalah "standar emas" dengan tingkat penyerapan terbaik. Tentu saja, dada ayam tanpa lemak juga tak boleh terlewat karena kaya vitamin B12, zat besi, dan zinc.
6. Melindungi Jantung Lebih Maksimal
Pilihan Terbaik: Ikan berlemak dan legum.
Pola makan ala Mediterania sangat disarankan untuk penderita masalah jantung, jelas ahli gizi Lena Bakovic. Kamu bisa memilih ikan yang kaya lemak baik seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden.
Asam lemak Omega-3 pada ikan tersebut sangat efektif meredakan respons peradangan di dalam tubuh. Kombinasikan juga menu ikan dengan legum (kacang-kacangan) yang menyumbang ekstra serat harian.
7. Menguatkan Tulang
Pilihan Terbaik: Produk susu rendah lemak dan protein nabati.
Selain protein, tulang jelas sangat butuh kalsium dan Vitamin D. Ahli gizi Courtney Pelitera merekomendasikan yogurt, susu, dan keju keras (rendah lemak) karena rasio kalori berbanding proteinnya sangat menguntungkan.
Kalau kamu lebih suka sumber nabati, berbagai jenis kacang-kacangan juga mengandung fitoestrogen yang mencegah kerusakan tulang dan memicu pertumbuhan sel tulang yang baru.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video BGN: 60 Persen Anak Tak Pernah Lihat Menu Makanan Bergizi Seimbang"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)