Bos TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Asia, Hartanya Rp 1.882 T

Bos TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Asia, Hartanya Rp 1.882 T

Jakarta -

Zhang Yiming, pendiri perusahaan induk TikTok, ByteDance, menjadi orang terkaya di Asia versi Bloomberg setelah kekayaannya melonjak hingga USD 105,5 miliar (Rp 1.882 triliun).

Perkiraan kekayaan bersih miliarder asal China tersebut naik lebih dari USD 12 miliar bulan ini. Peningkatan tersebut menempatkan Zhang sekitar USD 700 juta, atau 0,7%, di atas pendiri konglomerat India Adani Group, Gautam Adani, dalam Bloomberg Billionaires Index.

Adani, yang konglomerasinya bergerak di berbagai sektor termasuk pelabuhan, bandara, dan energi, mengalami penurunan kekayaan bersih beberapa bulan terakhir seiring penyeimbangan kembali saham-saham di indeks MSCI yang membebani saham di seluruh kerajaannya, ditambah aksi jual yang memperparah kerugian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak debutnya di indeks tersebut tahun 2019 dengan kekayaan USD 13 miliar, kekayaan Zhang telah melonjak lebih dari USD 90 miliar, termasuk penambahan sebesar USD 40 miliar sepanjang tahun ini.

Dokumen hukum tahun 2024 menunjukkan bahwa ia memiliki 21% saham ByteDance, perusahaan yang ia rintis pada tahun 2012 dari sebuah apartemen sederhana dengan empat kamar tidur di Beijing.

ByteDance awalnya membangun namanya melalui agregator berita Toutiao sebelum berekspansi ke format video pendek melalui Douyin, yang kemudian diluncurkan secara internasional sebagai TikTok.

Sejak itu, perusahaan ini berkembang menjadi bisnis internet raksasa dengan operasi yang mencakup e-commerce, pendidikan, gaming, dan berita.

ByteDance membukukan laba bersih USD 42 miliar dari pendapatan global USD 200 miliar untuk tahun 2025, yang masing-masing mengalami kenaikan 27% dan 29% secara tahunan.

Dikutip detikINET dari VN Express, kenaikan terbaru Zhang menyoroti bagaimana ledakan AI menciptakan kekayaan yang mampu menantang posisi para miliarder lama yang sudah mapan.

ByteDance memiliki beberapa produk AI, termasuk chatbot AI Doubao dan alat pembuat video Seedance. Perusahaan ini terus meningkatkan investasinya di bidang tersebut untuk mengimbangi para pesaingnya.

Sekelompok bank global pada awal bulan ini sepakat untuk memberikan pinjaman sebesar USD 29,6 miliar kepada perusahaan tersebut untuk keperluan korporat umum, termasuk mendanai penelitian dan pengembangan AI-nya, menurut Wall Street Journal mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Salah satu pengembangan AI terbaru perusahaan ini adalah penyelesaian putaran penggalangan dana USD 290 juta untuk Anew Labs, unit pembuatan obat berbasis AI yang dipisahkan dari induknya.

Unit yang menggunakan AI untuk penemuan obat tersebut divaluasi USD 1,5 miliar setelah penggalangan dana eksternal pertamanya. ByteDance akan mempertahankan 56% saham di perusahaan tersebut setelah penggalangan dana.

(fyk/rns)

TAGS

LIHAT LAINNYA