Berawal dari Kampus, Startup Gipsy Research Kembangkan Layanan Riset Berbasis AI |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berawal dari inisiatif mahasiswa dan alumni Cyber University (Universitas Siber Indonesia), startup PT Gipsy Research Nusantara (Gipsy Research) kini berkembang menjadi platform layanan konsultasi riset berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Didirikan sejak April 2024, platform ini hadir untuk memberikan akses layanan riset yang terjangkau bagi mahasiswa, peneliti, dan profesional.
Pembentukan Gipsy Research dipelopori Gregorius Peitra, Chief Executive Officer (CEO) bersama empat rekannya yakni Carolus Agung, Bagas Indra Safrilla, Putriarrum Kusuma, dan Dwi Praja Agustian, alumni Cyber University.
Kehadiran platform ini berangkat dari kegelisahan para pendiri terkait sulitnya mengakses pendampingan riset berkualitas dengan biaya yang ramah kantong mahasiswa.
Saat ini, Gipsy Research menyediakan lima layanan utama yang meliputi konsultasi riset, pengolahan data kuantitatif dan kualitatif, pelatihan ilmiah, asistensi publikasi, serta fitur inovatif Gipsy AI.
Fitur berbasis AI tersebut dilengkapi lebih dari 30 alat bantu digital untuk mempermudah penyusunan proposal, visualisasi data, pencarian artikel ilmiah, hingga pengecekan plagiarisme.
Gregorius menuturkan, integrasi teknologi dan kompetensi akademik menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan penelitian di era digital. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan dirancang untuk mendampingi proses riset agar lebih efisien.
"Kami ingin hadir sebagai mitra riset yang relevan bagi mahasiswa dan akademisi. Pemanfaatan Gipsy AI merupakan komitmen kami memberikan solusi modern yang efisien tanpa mengurangi integritas ilmiah," ujar Gregorius dalam keterangan yang dikutip Senin (3/8/2026).
Tidak hanya dimanfaatkan oleh akademisi di dalam negeri, layanan konsultasi dan teknologi riset ini kini telah menjangkau pengguna hingga ke Malaysia.
Perkembangan ini menandai tingginya kebutuhan akan infrastruktur pendampingan riset yang mudah diakses di kawasan regional.
‘’Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan ke berbagai lembaga pendidikan dan peneliti di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ia berharap, langkah ini mendorong terciptanya ekosistem riset yang lebih inklusif, adaptif, dan terjangkau bagi seluruh civitas akademika. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut tentang Cyber University bisa kunjungi laman https://cyber-univ.ac.id/.