Bencana Belum Goyahkan Minat Investor Masuk Indonesia - Makro Katadata.co.id

Bencana Belum Goyahkan Minat Investor Masuk Indonesia - Makro Katadata.co.id

Minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia dinilai sejauh ini belum terganggu oleh maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah. Pemerintah mengaku belum menerima laporan adanya investor yang membatalkan rencana investasinya akibat bencana.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Saribua Siahaan mengatakan, kondisi bencana di sejumlah daerah belum memberikan dampak signifikan terhadap minat investasi ke Indonesia.

"Sejauh ini, kami belum menerima ada pengaruh bencana terhadap investasi di kita. Itu belum ada," kata Saribua dalam acara UOB Media Editors Circle 2026, Selasa (15/9). 

Menurut dia, investor tetap melihat Indonesia secara menyeluruh dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi. 

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk memastikan kondisi di lapangan dapat ditangani. 

"Dia pasti melihat, istilahnya positifnya itu lebih banyak. Karena itu kan cross measure," ujarnya.

Saribua mengatakan, pemerintah masih mampu meyakinkan investor mengenai kondisi Indonesia. Investor juga dinilai memiliki kemampuan untuk menilai dan memahami kondisi aktual di lokasi yang menjadi tujuan investasi.

"Sejauh ini, kami kolaborasi dengan kementerian, kolaborasi dengan daerah, bencana-bencana itu tidak terlalu terdampak terhadap minat investor untuk investasi ke Indonesia," kata dia.

Meski demikian, ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja menilai pemerintah tetap perlu memperkuat kapasitas mitigasi dan penanganan bencana.

Ia menilai, keberadaan dana yang memadai untuk menghadapi bencana penting bukan hanya bagi masyarakat, tetapi menjaga kepercayaan terhadap Indonesia dalam jangka panjang. 

Menurut Enrico, alokasi dana untuk penanganan musibah perlu diperhatikan mengingat luas wilayah Indonesia dan tingginya risiko bencana di berbagai daerah.

Indonesia, menurut Enrico, memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di kawasan yang dikenal sebagai ring of fire. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memiliki dana cadangan atau standby fund yang memadai untuk merespons bencana.

"Nah, jadi kita lihatnya itu bagaimana? Kita harus berikan standby fund," ujarnya.

Enrico juga menilai penguatan dana cadangan bencana dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan. Menurutnya, persoalan bencana bukan semata-mata mengenai apakah investor akan tetap menanamkan modal, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara dalam melindungi keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka. 

"Kalau trust -nya hilang, menurut saya, bukan cuma investor luar yang mau masuk. Investor mungkin tidak terlalu relevan karena they are all about money. Tapi untuk orang kita sendiri, trust-nya pun akan terguncang," katanya. 

Dia menegaskan keselamatan jiwa dan keberlangsungan mata pencaharian merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika risiko terhadap keselamatan jiwa meningkat, persoalan ekonomi dan investasi dapat menjadi pertimbangan berikutnya.

"Life dan livelihood itu penting sekali. Life-nya kalau sudah terancam, ya sudah, forget about sisahannya," ujar Enrico.