Beli Mobil Bekas Jangan Lihat Harga Saja, Ini 5 Biaya yang Sering Bikin Boncos

Beli Mobil Bekas Jangan Lihat Harga Saja, Ini 5 Biaya yang Sering Bikin Boncos

 Otomotif Kamis, 16 Juli 2026 - 15:14 WIB Jakarta, VIVA – Harga yang lebih ...

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:14 WIB

Jakarta, VIVA – Harga yang lebih terjangkau membuat mobil bekas menjadi pilihan banyak masyarakat dibanding membeli unit baru. Namun, biaya yang harus disiapkan ternyata tidak berhenti setelah transaksi selesai karena masih ada sejumlah pengeluaran lain yang kerap luput dari perhatian calon pembeli.

Baca Juga

Tak sedikit orang tergiur dengan harga mobil bekas yang murah, tetapi akhirnya harus merogoh kocek lebih dalam beberapa minggu setelah kendaraan digunakan. Kondisi tersebut biasanya terjadi karena pembeli hanya berfokus pada harga jual tanpa menghitung biaya kepemilikan setelah mobil berpindah tangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Kamis 16 Juli 2027, biaya pertama yang perlu diperhatikan adalah pajak kendaraan. Sebelum membeli, pastikan pajak tahunan masih aktif dan tidak memiliki tunggakan karena denda yang menumpuk dapat membuat biaya balik nama dan pengurusan dokumen menjadi jauh lebih mahal.

Baca Juga

Selain pajak, biaya balik nama kendaraan juga sering terlupakan. Meski kini Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan bekas telah dihapus di banyak daerah, pemilik baru tetap harus menyiapkan biaya administrasi seperti penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB apabila ingin mengganti identitas kepemilikan kendaraan.

Kondisi ban juga wajib diperiksa sebelum memutuskan membeli mobil bekas. Satu set ban baru untuk mobil penumpang bisa menghabiskan dana mulai dari Rp3 juta hingga lebih dari Rp8 juta, tergantung ukuran dan merek yang dipilih.

Baca Juga

Komponen yang berkaitan dengan mesin juga tidak boleh diabaikan. Oli mesin, oli transmisi, filter udara, filter oli, busi, kampas rem, aki, hingga cairan pendingin sebaiknya diganti apabila riwayat perawatannya tidak diketahui, sehingga pemilik baru memiliki patokan servis yang lebih jelas sejak awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi mobil dengan usia di atas lima tahun, calon pembeli juga perlu mewaspadai potensi penggantian komponen kaki-kaki. Shock absorber, bushing arm, ball joint, tie rod, hingga bearing roda merupakan beberapa komponen yang mulai mengalami keausan dan dapat menimbulkan biaya perbaikan hingga jutaan rupiah apabila harus diganti sekaligus.

Tak kalah penting adalah memastikan kendaraan memiliki riwayat servis yang jelas. Mobil yang rutin dirawat di bengkel resmi atau bengkel terpercaya umumnya memiliki kondisi lebih baik dibanding kendaraan yang minim catatan perawatan, sehingga risiko munculnya kerusakan besar setelah pembelian dapat ditekan.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, jangan langsung tergoda dengan harga mobil bekas yang terlihat murah. Meluangkan waktu untuk memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh dan menghitung seluruh biaya setelah pembelian justru dapat menghemat pengeluaran dalam jangka panjang serta menghindarkan pemilik baru dari biaya tak terduga yang sering membuat boncos.